Surabaya (beritajatim.com) – Fenomena istilah-istilah lucu yang dibentuk dari singkatan kembali mencuri perhatian warganet di media sosial. Baru-baru ini, sejumlah akun populer seperti RANS Entertainment ikut meramaikan tren tersebut dengan mengunggah konten bertema “rombongan-rombongan” yang sedang marak. Netizen pun berlomba-lomba mengidentifikasi dirinya masuk ke kategori yang mana.
Unggahan viral tersebut menampilkan beberapa singkatan kocak seperti Rojali, Rohana, Rohingya, Roh Hantu, hingga Romusa. Meskipun terdengar lucu dan absurd, istilah ini sukses menggambarkan perilaku sebagian orang saat berbelanja, liburan, atau bahkan hanya nongkrong bareng teman-teman. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Rojali: Rombongan Jarang Beli
Istilah ini ditujukan untuk kelompok orang yang hobi keliling toko atau pasar, tapi jarang sekali membeli barang. Mereka hanya sekadar lihat-lihat tanpa niat mengeluarkan dompet. Biasanya sih cuma bilang, “Liat-liat dulu, ya.”
2. Rohana: Rombongan Hanya Nanya
Nah, kalau yang ini spesialis tanya harga. Mereka rajin bertanya detail produk dari A sampai Z, tetapi ujung-ujungnya nggak jadi beli. Penjual online pasti udah familiar banget sama jenis pembeli seperti ini.
3. Rohingya: Rombongan Healing Banyak Gaya
Meski dompet pas-pasan, rombongan ini tetap tampil stylish saat healing alias liburan. Outfit-on-point, tapi semua diatur seminim mungkin budget-nya. Liburan rasa sultan, padahal nginapnya nebeng teman.
4. Roh Hantu: Rombongan Hanya Futu-Futu
Futu-futu adalah plesetan dari “foto-foto.” Tipe ini kalau datang ke tempat estetik seperti kafe, taman, atau galeri, cuma niatnya buat ambil gambar. Beli minuman satu, tapi stok foto bisa buat seminggu upload.
5. Romusa: Rombongan Muncul Pas Sale Aja
Kelompok ini jarang terlihat, tapi begitu ada diskon besar-besaran, langsung muncul entah dari mana. Mereka ahli berburu promo dan tak pernah melewatkan momen flash sale.
Tren ini menjadi bentuk humor sosial yang menggambarkan kebiasaan atau tipe perilaku seseorang saat hangout. Tak ayal jika Istilah-istilah ini pun viral karena dianggap relatable dan menggambarkan dinamika pergaulan masa kini, terutama di kalangan Gen Z dan milenial.
Kontennya ringan, lucu, dan mudah diadaptasi untuk berbagai situasi, dari nongkrong di kafe hingga window shopping di mall. Tak heran, banyak warganet ikut membuat versi mereka sendiri di kolom komentar atau story media sosial. [fyi/suf]






