Blitar (beritajatim.com) – Polres Blitar Kota mengungkap kronologis keributan yang terjadi di kafe karaoke Jojoo Kota Blitar. Dari hasil penyelidikan diketahui keributan tersebut terjadi usai pelanggan tidak diberikan diskon harga karaoke.
Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar menjelaskan bahwa keributan terjadi setelah 15 orang pengunjung tersebut selesai berkaraoke di dalam ruangan. Saat hendak membayar, ke 15 orang itu meminta diskon ke pihak kafe karaoke.
Namun, permintaan tersebut tidak diberikan. Belasan pengunjung yang merupakan warga sekitar tersebut pun akhirnya marah dan meluapkan emosinya dengan membanting sejumlah peralatan seperti kursi dan meja karaoke.
“Sebelum meninggalkan lokasi para pengunjung ini menuju kasir untuk melakukan pembayaran, ternyata oleh kasir diminta untuk membayar penuh tidak ada pemotongan disitulah terjadi keributan,” kata Iptu Samsul, Minggu (9/6/2024).
Keributan di kafe karaoke Jojoo Kota Blitar ini ternyata terjadi selama 2 kali. Awalnya keributan terjadi saat ke-15 pengunjung tersebut dengan asyik berkaraoke di dalam ruangan.
Pada saat itu keributan terjadi antara pemandu lagu atau LC dengan salah seorang pengunjung. Namun keributan ini bisa dilerai dan kegiatan karaoke kembali bisa dilanjutkan.
Dikira sudah berhenti, keributan ternyata kembali terjadi saat belasan orang tersebut hendak melakukan pembayaran. Kali ini faktor pemicunya adalah soal diskon harga karaoke.
“Awalnya keributan antara LC dengan salah satu pengunjung tersebut kemudian sudah bisa diselesaikan,” Imbuhnya.
Keributan ini pun kini sudah diselesaikan secara musyawarah oleh pihak manajemen. Meski sejumlah peralatannya rusak, namun pihak manajemen karaoke tidak melaporkan kejadian itu ke polisi.
“Ini sudah selesai dan berakhir damai, pihak manajemen tidak melaporkan kejadian itu,” pungkasnya. [owi/aje]






