Blitar (beritajatim.com) – Kasat Binmas Polres Blitar AKP Nanik Suryana tidak kuat menahan air matanya saat melepas puluhan pemudik balik ke Jakarta. Dalam acara pelepasan balik mudik gratis tersebut, Nanik terlihat beberapa kali mengusap matanya untuk menahan air matanya jatuh.
Tangis Nanik Suryana ini pecah lantaran ia rindu dengan sang ibu yang berada di Padang. Kasat Binmas Polres Blitar itu terenyuh saat melihat para pemudik bisa balik ke perantauan sementara dirinya belum bisa mudik dan bertemu dengan sang ibu.
Sebagai seorang anak, Nanik Suryana tentu rindu untuk bertemu dengan sang ibu. Namun takdir berkata lain. Selama bertahun-tahun Kasat Binmas Polres Blitar itu belum diizinkan untuk bersilaturahmi dengan sang ibunda di momen hari raya Idul Fitri. Hal itu lantaran tanggung jawab dan tugasnya sebagai polisi melayani masyarakat termasuk pemudik.
“Aku Yo pengen muleh, Rek. Ojo diguyu to. Aku yo pingin ketemu ibuk Lo (aku ya ingin pulang, jangan ditertawakan, aku pingin bertemu ibu juga),” kata AKP Nanik Suryana, Kasat Binmas Polres Blitar, Kamis (27/04/24).

Sepanjang prosesi pelepasan pemudik balik ke perantauan mata Nanik Suryana tidak henti hentinya meneteskan air mata. Meski begitu Kasat Binmas Polres Blitar itu tetap berusaha menutupinya agar terlihat tegar dihadapan anggota kepolisian yang lain.
Nanik Suryana berusaha tetap profesional dalam menjalankan tugasnya meski hatinya rindu rumah dan ingin bertemu dengan sang ibu. Kasat Binmas Polres Blitar itu mengaku sudah satu tahun lebih tidak bertemu dengan sang ibu yang saat ini berada di Padang.
“Udah satu tahun lebih tidak bertemu ibu, bagaimana pun saya kan juga manusia, jadi ya tetap ingin bertemu dan berkumpul bersama ibu di hari raya Idul Fitri ini,” ucap Nanik sembari mengelap air matanya.
Nanik Suryana pun berencana akan mudik ke Padang usai kegiatan pengamanan mudik lebaran selesai. Ia ingin bertemu sang ibu untuk melepaskan segala kerinduannya.
“Habis tugas selesai saya akan pulang kog tapi, wes ya gitu ae yaa brebes terus aku,” pungkasnya meninggalkan awak media sembari menangis.
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/bekas-luka-di-jasad-wanita-ditemukan-tanpa-busana-di-blitar/
Dalam kegiatan balik mudik ini Polres Blitar memberatkan 50 pemudik balik ke perantauannya di Jakarta. 50 pemudik ini diantarkan menggunakan 1 armada bus.
Waka Polres Blitar Kompol Royke Hendrik Fransisco mengatakan, kegiatan balik mudik gratis ini diadakan atas kerjasama dari beberapa pihak terkait yang ada di Kabupaten Blitar. Royke menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk membantu masyarakat yang kesulitan balik ke perantauan karena kehabisan tiket bus maupun kereta api.
Selain itu kegiatan juga ditujukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dan kemacetan saat kegiatan balik mudik lebaran tahun 2023 ini.
“Mudik itu ribet, sudah penuh dengan kemacetan yang panjang, pemerintah dalam hal ini bersama Pemerintah Kabupaten Blitar mengadakan balik mudik gratis yang nyaman dan berkesan,” pungkasnya. [owi/but]






