Pamekasan (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, mendapat predikat dengan kapasitas di atas rata-rata aturan organisasi berkat hasil program Branch Organizational Capacity Assesment (BOCA) 2022 yang digagas PMI Provinsi Jawa Timur.
Program BOCA yang digelar selama tiga hari terakhir di Markas PMI Pamekasan, Jl Raya Panglegur KM 3,5 Pamekasan, Senin hingga Rabu (13-15/6/2022). Dipandu tiga fasilitator dari PMI Provinsi Jawa Timur, yakni Ahmad Rifa’i, Putri Eka Sari, dan Sri Kuswati, serta satu fasilitator dari PMI Bojonegoro, Wahyu Theo Alfian.
“Berdasar hasil telaah selama tiga hari, dapat disimpulkan bahwa PMI Pamekasan sudah melaksanakan aturan organisasi, tata kelola naskah, tata kepegawaian dan lainnya. Sudah di atas rata-rata atau di atas 50 persen aturan yang sudah ditetapkan organisasi,” kata Kabid Organisasi PMI Jawa Timur, Sri Kuswati.
Terdapat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan, sekaligus dijadikan rekomendasi sebagai sarana evaluasi kedepan. “Ada beberapa hal yang perlu ditindak lanjuti kedepan, di antaranya bidang tertentu seperti manajemen pencatatan logistik, serta tata kelola keuangan yang harus melibatkan tim audit,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pmi-pamekasan”]
“Bahkan untuk relawan dan lainnya, kami catat sudah bagus dengan pelayanan di atas angka 70 persen. Artinya secara keseluruhan dapat disimpulkan, bahwa PMI Pamekasan sudah dikatagorikan di atas 50 persen sudah melaksanan berbagai program sesuai aturan organisasi,” tegasnya.
Sebelumnya Ketua PMI Pamekasan, Sigit Priyono sangat berharap agar instansi yang dipimpinnya bisa mendapatkan hasil terbaik, sekaligus mendapat beberapa rekomendasi sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan sektor pelayanan kedepan.
“Dengan adanya kegiatan ini, tentunya kami sangat bersyukur, serta berharap mendapatkan hasil terbaik sebagai bahan evaluasi untuk pelayanan kedepan,” kata Ketua PMI Pamekasan, Sigit Priyono kepada beritajatim.com, Selasa (14/6/2022) kemarin.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pmi-pamekasan”]
Program BOCA tersebut bertujuan untuk menilai kapasitas dan kinerja organisasi, menyepakati prioritas pengembangan organisasi, serta merumuskan sebuah rencana operasional untuk memperkuat dan mempertahankan kapasitas pelayanan dan ketahanan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami sangat berharap nantinya dapat mengilhami PMI Pamekasan, guna meningkatkan kinerja dalam upaya perbaikan untuk lebih memahami biang-bidang yang membutuhkan perhatian, serta menjadikan program tersebut sebagai momentum bersama memecahkan permasalahan yang muncul,” ungkapnya.
Bahkan pihaknya menilai program tersebut dapat menjadi momentum tepat bagi PMI untuk kembali menilik rencana operasional organisasi secara keseluruhan. “Sehingga dengan kegiatan ini, nantinya kita dapat menentukan arah strategis melalui pengumpulan dan pemilahan semua rencana pengembangan organisasi kedepan,” pungkasnya. [pin/kun]






