Pamekasan (beritajatim.com) – Berkurangnya jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024 mendatang di Kabupaten Pamekasan, mayoritas karena dua alasan berbeda.
Kedua alasan tersebut masing-masing karena meninggal dunia akibat Coronavirus Disease atau Covid-19, serta belum merekam KTP Elektronik alias e-KTP dan atau pindah domisili ke Negeri Jiran, Malaysia.
Untuk DPT pada Pemilu 2019 di Pamekasan, terdata sebanyak 706.619 orang, serta berkurang sebanyak 30.311 orang pada Pemilu 2024 yang ditetapkan sebanyak 676.308 pemilih.
Hal tersebut berdasar hasil Rapat Pleno Terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, di Azana Style Hotel Madura, Jl Jokotole 282 Pamekasan, Rabu (21/6/2023) lalu.
Baca Juga: Jumlah DPT Pemilu 2024 di Pamekasan Berkurang 30.311 Pemilih
“Ada beberapa penyebab penurunan itu, salah satunya data pemilih meninggal yang kami terima karena Covid-19 sebanyak 20 ribu pemilih,” kata Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Pamekasan Ibnun Hasan Mahfud, Minggu (25/6/2023).
Selain itu, faktor lainnya karena banyaknya pemilih juga belum melakukan perekaman e-KTP. “Terkait pemilih yang belum merekam e-KTP, kami kirimkan ke Dispendukcapil untuk ditindaklanjuti. Sehingga bisa ditemukan solusinya seperti apa,” ungkapnya.
Baca Juga: 676.308 Orang Terdaftar dalam DPT Pemilu 2024 di Pamekasan
“Berdasar tahapan penetapan DPSHP (Data Pemilih Sementara Hasil Perbaikan) menuju proses penetapan DPT, ditemukan data 520 penduduk berpindah domisili ke Johor Bahru, Malaysia. Penduduk yang pindah domisili tersebar di 13 kecamatan, terbanyak di Kecamatan Batumarmar,” imbuhnya.
Untuk diketahui, dari total sebanyak 676.308 pemilih untuk Pemilu 2024 di Pamekasan, meliputi sebanyak 326.779 pemilih laki-laki, dan sebanyak 349.529 pemilih perempuan.
Sementara untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebar di 189 desa/kelurahan di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, dengan jumlah total sebanyak 2.448 TPS, terdiri dari 2.420 TPS Reguler, serta 28 TPS lainnya Lokus. [pin/but]






