Ponorogo (beritajatim.com) – Beberapa hari lalu media sosial (Medsos) dihebohkan dengan video adanya ratusan domba yang memenuhi jalanan. Domba-domba itu hendak digembala ke hutan untuk mencari makan sendiri. Ternyata lokasi dalam video itu berada di Desa Suren, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.
Menurut informasi yang dihimpun beritajatim.com, ratusan domba yang setiap hari digembala ke hutan itu, adalah milik dari seorang anggota TNI AD, bernama Peltu Bambang Purwanto. Prajurit anggota Minvetcad 02/Ponorogo itu mengungkapkan bahwa awalnya banyak yang tidak tahu, adanya ratusan domba miliknya yang saban hari digembala ke hutan. Namun, setelah ada yang mengunggah di medsos, keberadaan ratusan dombanya itu pun jadi perbincangan. Mereka pun rata-rata penasaran lokasi tepatnya, sebab keterangannya di perbatasan antara Kecamatan Pulung dan Mlarak.
“Keberadaan ratusan domba ini ternyata viral di media sosial, awalnya ya banyak yang tidak tahu,” ungkap Bambang.
Bambang pun menceritakan asal mula dirinya beternak atau memelihara domba ini. Awalnya, dirinya hanya memelihara sebanyak 70 domba. Seiring berjalannya waktu, domba-domba itu semakin bertambah banyak. Hingga 4 tahun berjalan ini, domba peliharaannya ini, sudah sebanyak 450 ekor.
“Awalnya hanya 70 ekor, semakin bertambahnya waktu berkembang hingga berjalan 4 tahun ini, menjadi 450 ekor domba,” katanya.
Untuk memelihara ratusan domba ini, Bambang tidak sendiri. Ia memperkerjakan 4 orang yang merupakan tetangganya sendiri, untuk mengurus domba-domba tersebut. Tugas mereka pun bermacam-macam, mulai dari membersihkan kandang, memberi susu untuk domba-domba kecil atau baru lahir, hingga menggembala ratusan domba itu ke hutan. “Jarak kandang ke hutan ya sekitar 1 kilometer,” katanya.
Bambang menyebut dirinya dulu pernah hanya memberi makan domba-domba itu di kandang, namun ternyata tidak kenyang. Akhirnya, Ia memutuskan menggembalakan domba-domba itu ke hutan, yang makannya tersedia dan banyak. Setelah digembalakan ke hutan itu, ternyata asupan makanan untuk domba pun bisa tercukupi.
“Pernah dicarikan rumput satu mobil pikap, tapi ternyata belum kenyang. Ya akhirnya digembalakan ke hutan yang banyak makanannya,” katanya.
Domba digiring ke hutan berangkat sekitar pukul 11.00 WIB, kemudian digembala untuk dikembalikan ke kandang pukul 16.00 WIB. Butuh waktu sekitar 30 menit, untuk berangkat dari kandang ke hutan maupun sebaliknya. “Ya kalau lepas tugas seperti hari Sabtu dan Minggu, ya ikut menggembala domba-domba ini ke hutan. Kalau pas hari kerja ya lepas tugas baru ke kandang,” pungkasnya. (end/kun)






