Surabaya (beritajatim.com) – Motif pria lulusan SMP yang melakukan peretasan website milik pemerintah akhirnya terkuak. Dia mengaku melakukan aksinya untuk eksistensi antar hacker. Selain itu, tersangka Achmad Romadhoni juga melakukan hal tersebut guna mencari keuntungan pribadi.
Sejumlah website yang diretas oleh Rimadhoni di antaranya, website milik pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Bawaslu Bukit Tinggi dan Pemprov Papua Barat, serta ratusan website milik pribadi.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadireskrimsus) Polda Jatim AKBP Arman, Senin (5/6/2023) mengatakan, perbuatan tersangka dilakukan pada kurun waktu 2021 sampai dengan Maret 2023. Tersangka melakukan kegiatan mencari website untuk diretas dengan menggunakan perangkat lunak software github.com/noniod? (milik tersangka sendiri).
Kemudian melakukan serangan brutal/brute force terhadap website tersebut dengan menggunakan software xmlrpc bf untuk mendapatkan user name dan password. Setelah mendapatkanuser name dan password kemudian melakukan login ke website tersebut. Selanjutnya, melakukan eksploitasi untuk menguasai website tersebut kemudian mengupload shell backdoor dan menjualnya kepada pembeli.
“Keuntungan tersangka sebesar 1.5 USD atau sekitar Rp. 25.000,- s.d Rp. 45.000,- per webshell yang dilakukan di rumah tempat tinggal tersangka di Dusun Denok Wetan Desa Denok Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang,” ujar Arman.
Arman menambahkan, petugas dari Unit 2 Subdit V Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan penggeledahan pada Selasa tanggal 14 Maret 2023 sekira pukul 18.00 WIB di rumah tersangka dengan alamat di Dusun Denok Wetan RT.001 RW.005 Desa Denok Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang Propinsi Jawa Timur. Hasilnya, petugas mengamankan tersangka dan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.
BACA JUGA:
Lulusan SMP Retas Website Milik Pemerintah
Perlu diketahui, Achmad Romadhoni, pria Lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) membobol atau meretas wibsite milik pemerintah antara lain Kabupaten (Pemkab) Malang, Bawaslu Bukit Tinggi dan Pemprov Papua Barat serta ratusan website milik pribadi.
“Ada beberapa website yang diretas antara lain milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) milik Pemerintah tersebut,” ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadireskrimsus) AKBP Arman, Senin (5/6/2023).
BACA JUGA:
Website Pemprov Jatim dan ITS Diretas, Ini Alasan Pelaku
Arman menambahkan, keahlian tersangka dalam meretas wibsite milik pemerintah ini dia dapat dari belajar otodidak yakni melalui aplikasi YouTube. “Pendidikan formal SMP, dia tidak belajar secara khusus namun belajar secara otodidak dari YouTube,” ujarnya. [uci/suf]






