Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebanyak 100 calon siswa dari keluarga miskin yang akan dipilih dalam Sekolah Rakyat (SR) Bojonegoro masih dalam proses pendataan. Setelah dilakukan pendataan dan verifikasi, calon siswa akan menjalani tes kesehatan, pada Senin (14/7/2025).
Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo, mengungkapkan, penerimaan siswa baru angkatan pertama ini ada sebanyak 100 siswa dari keluarga miskin yang dibagi dalam empat rombongan belajar (rombel). Setiap rombel terdapat 25 siswa.
“Para siswa yang bersekolah di SR dipilih berdasarkan DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomis Nasional) dari keluarga dalam desil 1 (kategori miskin dan miskin ekstrem),” ujarnya, Sabtu (12/7/2025).
Calon siswa ini nanti juga akan dilakukan survei atau verifikasi kondisi riil orang tua siswa. Sementara para pendidik, baik kepala sekolah, tenaga pendidik, dan wali asuh asrama masih dalam proses. “Kalau kepala sekolah sudah ada, untuk yang lain masih dalam proses di provinsi,” ujarnya.
Sementara diketahui, Pemkab Bojonegoro saat ini tengah mempersiapkan Gedung Pusdiklat yang akan dialihfungsikan sebagai sekolah rakyat. “Saat ini masih diperbaiki untuk memenuhi standar dari Kemensos,” tambahnya.
Sementara itu, proses renovasi dikerjakan oleh Nindya – Adhi KSO. Salah satu perwakilan dari kontraktor tersebut, Roko Radian menjelaskan bahwa secara umum bangunan gedung dalam kondisi baik. Sehingga hanya perlu dilakukan renovasi ringan untuk menunjang proses belajar mengajar yang nyaman bagi siswa.
“Renovasi hanya seperti pengecatan, perbaikan interior dan menyiapkan untuk ruangan kelas, ruang guru dan asrama,” pungkasnya. [lus/ian]






