Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menghimbau para tenaga pendidik di Kabupaten Mojokerto agar bisa menjadi guru yang dicintai oleh muridnya. Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri acara Temu Pendidik Nusantara (TPN) XI di SMP Negeri 1 Sooko, Kabupaten Mojokerto.
“Menjadi guru itu bukan sekadar profesi, menjadi guru itu adalah pengabdian dan sebuah kebanggaan. Mari jadi guru yang dicintai oleh murid-muridnya,” ungkapnya, Sabtu (6/7/2024).
Para siswa selain membutuhkan ilmu dan materi, mereka juga membutuhkan cinta dan kasih sayang. Baik itu dari orang tuanya di rumah, maupun dari para gurunya di sekolah. Oleh karena itu, Bupati mengajak para guru untuk senantiasa memberikan perhatian kepada murid-muridnya.
“Anak-anak kita ini yang dibutuhkan tidak hanya ilmu dan materi, mereka juga sangat butuh perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan juga para gurunya, jadi mari kita penuhi kebutuhannya, agar anak-anak kita bisa tumbuh dengan normal dan bahagia,” jelasnya.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini menilai positif tentang kegiatan yang juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto dan Komnas Perlindungan Anak Jawa Timur tersebut.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena dengan adanya kegiatan ini para guru bisa berkumpul untuk bertukar pengalaman dan ide-idenya,” tandasnya.
Acara Temu Pendidik Nusantara yang diinisiasi oleh Yayasan Guru Belajar (YGB) yang diikuti guru dari jenjang SD, SMP dan SMA ini merupakan ajang para guru dan para pendidik untuk saling bertemu dan saling berkonsultasi antar sesama tenaga pendidik.
Acara TPN XI Mojokerto itu ditutup dengan pemberian beasiswa kepada tiga siswa dari tiga jenjang yang berbeda, yaitu satu siswa SD, satu siswa SMP dan satu pelajar SMK. [tin/kun]






