Pamekasan (beritajatim.com) – Loreng merah putih khas baju pesak Madura, kembali dijadikan sebagai roll model zirah tempur Madura United FC, guna menyongsong bergulirnya kompetisi resmi Liga 1 Musim 2023-2024.
Jersey tim berjuluk Laskar Sape Kerrab, merupakan hasil kerja sama dengan produsen XTEN Indonesia, tetap mempertahankan ciri khas merah putih bergaris ‘horizontal’
Berbeda dari musim sebelumnya, pola garis horizontal pada Jersey kandang mengalami perubahan desain. Jika sebelumnya pola garis berbentuk lurus, kali ini justru ‘menanjak’ dari kedua sisi garis horizontal.
“Jersey home (kandang) masih dengan baju adat pesak khas Madura, yang mempunyai garis horizontal. Berbeda dengan tahun ini, garis horizontal dibuat seakan dari kiri ke kanan (dalam posisi) menanjak ke atas seperti maju dan suksesnya sepakbola di Madura,” kata Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Annisa Zhafarina, Senin (26/6/2023).
Baca Juga: Ada yang Beda dengan Zirah Tempur Madura United 2023
Senada dengan jersey away (tandang) yang lebih menitikberatkan pada aspek sosial kultur masyarakat Pulau Garam, Madura. Salah satunya dari aspek sosial dan keagamaan.
“Kostum tandang berwarna putih bersih melambangkan Kota Santri dan mencerminkan ketaatan adat keagamaan yang kental, dikombinasikan dengan sentuhan warna emas yang menunjukkan putih dalam emas,” ungkapnya.
Baca Juga: ‘Ngalap Berkah’, Skuad Madura United Kunjungi Pesantren Al-Hamidiy Banyuanyar
Sementara untuk kostum ketiga atau third tetap menerapkan konsep warna gelap atau hitam. “Third kekar dan gagah bersama warna hitam yang kokoh, mengusung jiwa berani dan kuat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, launching jersey kandang Madura United FC secara resmi diperkenalkan di di Madura United Training Ground (MUTG) Kompleks Stadion R Soenarto Pamekasan, beberapa waktu lalu. Sedangkan jersey tandang dan ketiga dijadwalkan rilis Selasa (27/6/2023) besok. [pin]






