Blitar (beritajatim.com) – Satlantas Polres Blitar Kota melakukan rekayasa lalu lintas selama event Blitar Djadoel digelar. Sejumlah jalan menuju Alun-alun Kota Blitar pun akan ditutup selama event berlangsung pada 7-11 Juni 2024 mendatang.
Sejumlah lokasi parkir pun telah disiapkan oleh Dishub dan Satlantas Polres Blitar Kota. Total ada 4 lokasi parkir yang disiapkan untuk menampung kendaraan para pengunjung event Blitar Djadoel.
“Total ada empat lokasi parkir yang disiapkan yakni Jalan Masjid, Jalan Merapi, Jalan Semeru dan Jalan Mastrip, itu yang kita siapkan,” kata Kasatlantas Polres Blitar Kota, AKP Taufik Nabila, Jumat (7/6/2024).
Satlatas Polres Blitar Kota bersama Dishub telah menyiapkan empat ruas jalan di sekitar Alun-alun untuk dijadikan lokasi parkir. Keempat lokasi parkir tersebut adalah:
- Jalan Mastrip,
- Jalan Semeru,
- Jalan Masjid, serta
- Jalan Merapi.
“Warga bisa memarkir kendaraan roda duanya di empat titik yang telah kita terapkan,” imbuhnya.
Blitar Djadoel sendiri bakal digelar mulai hari ini, Jumat (7/6/2024). Kegiatan ini bakal digelar selama 5 hari hingga tanggal 11 Juni 2024 mendatang.
Total ada 400 pedagang yang akan ikut ambil bagian dari event tahunan Blitar Djadoel. Pada tahun ini Pemkot Blitar lebih mengedepankan sisi kuliner tradisional. Sehingga bisa dipastikan pengunjung akan lebih banyak menikmati berbagai olahan kuliner tradisional.
“Ya mudah-mudahan lebih meriah tahun ini ya karena ada pameran dari 38 kabupaten kota se Jawa Timur,” kata Kepala Disperindag Kota Blitar, Hakim Sisworo.
Berbagai perlombaan pun akan digelar oleh Pemerintah Kota Blitar untuk memeriahkan event tahunan Blitar Jadoel. Salah satunya adalah lomba masak cipta rasa.
“Kalau kami di tahun ini lebih menonjolkan kuliner jadulnya,” imbuhnya
Konsep bazaar Blitar Djadoel tahun ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Peserta dari berbagai lintas organisasi, pelaku UMKM, hingga instansi vertikal akan turut meramaikan.
“Peserta acara tetap berasal dari berbagai lapisan, mulai lintas OPD, para pegiat seni, organisasi masyarakat, pelaku UMKM, dan instansi vertikal,” pungkasnya. [owi/beq]






