Gresik (beritajatim.com) – Masyarakat Gresik punya cara tersendiri melestarikan damar kurung sebagai ikonnya. Melalui moment Agustusan, kesenian asli Gresik itu dipopulerkan di ‘Kampung Kreasi’ dimana setiap rumah hingga jalan-jalan kampung dipasang warusan budaya Gresik tersebut.
Kampung Kreasi di Desa Sidokumpul Gresik menjadi salah satu pijakan mempopulerkan lampion khas Kota Santri ini. Maklum, kampung tersebut selama ini menjadi jujukan masyarakat Gresik atau luar Gresik untuk belajar menerapkan kampung hijau di tengah kota.
“Di Kampung Kreasi sering dikunjungi wisatawan luar Gresik, sangat cocok untuk memperkenalkan damar kurung sebagai salah satu icon Gresik,” ujar Ketua Karang Taruna Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Kota Gresik, Imam Wahyu, Minggu (28/08/2022).
Sebagai bentuk antusiasnya melestarikan damar kurung. Warga Kampung Kreasi sibuk mengecek damar kurung yang telah dipasang beberapa hari lalu. Sebab, ada pejabat pemerintah setempat yang akan melihat lampion khas gresik ini terpasang di sudut-sudut rumah. Ada ratusan damar kurung yang dipasang disana. Jumlahnya melebihi 110 rumah.
“Pemasangan damar kurung ini memang baru dimulai sejak momen agustusan. Namun ke depan, damar kurung ini akan menghiasi rumah-rumah di Kampung Kreasi,” ujar Imam Wahyu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”damar-kurung”]
Menurutnya, memasang damar kurung ini bertujuan untuk mempopulerkan warisan budaya gresik. “Ini sebagai bentuk menujukan bahwa ini Gresik memiliki icon damar kurung. Agar masyarakat Gresik lebih tahu dan masyarakat luar gresik juga mengaguminya,” ungkapnya.
Camat Kota Gresik Agung mengatakan, pihaknya mengapresiasi inisiatif dari kampung kreasi. Sebab, meski sudah ditetapkan sebagai warisan budaya, namun damar kurung belum terlalu populer di Gresik.
“Ini langkah bagus, bisa dicontoh untuk kampung-kampung yang lain,” tandasnya. [dny/but]






