Jember (beritajatim.com) – Akhirnya terungkap alasan politisi Gerindra Achmad Syahri Assidiqi bermain game saat rapat dengar pendapat antara Komisi D dengan Dinas Kesehatan. Dinas Sosial, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, di gedung DPRD Kabupaten Jember, Senin (11/5/2026).
“Sebelum ramai pada hari itu sempat saya tanya, ‘Ra, kok main game?’. Dia menjawab ‘iya Ketua, itu rapatnya mulai jam 10.pagi sampai jam 2 siang. Jam 1 saya lupa belum memberi makan sapi saya’. Ternyata sapi di game-nya itu belum dikasih makan. Jadi beliau memberi makan sapi-sapi tersebut,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jember Hanan Kukuh Ratmono, Senin (18/5/2026).
Belakangan diduga Syahri sedang bermain game Hay Day, yakni game simulasi pertanian santai yang dikembangkan oleh Supercell. Pemain berperan sebagai petani yang bertugas mengelola lahan, menanam dan memanen tanaman, merawat hewan ternak, memproduksi barang, hingga berdagang dengan pemain lain untuk mengembangkan pertanian mereka.
Sementara itu, salah satu anggota Komisi D mengatakan, Syahri bukan memberi makan sapi, melainkan ayam, di game tersebut. “Pengakuannya begitu. Saya sempat bingung. Saya kira ayam beneran,” katanya.
Syahri tertangkap kamera bermain game oleh jurnalis warga bernama Muhammad Yunus. Kebetulan Yunus mengambil video saat rapat dari dekat tempat duduk Syahri. Otomatis apa yang dilakukan Syahri pun terekam ponsel Yunus juga. Begitu video tangkapan Yunus diunggah di media sosial, Selasa (12/5/2026), kehebohan pun meledak.
Syahri sempat menjalani sidang etik di Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Jumat (15/5/2026). Dia mendapat teguran keras terakhit. “Tidak ada ruang untuk kesalahan yang sama ke depan atau kesalahan-kesalahan yang berdampak terhadap Fraksi Gerindra,” kata Hanan.
Hanan menegaskan bahwa pihaknya tegak lurus terhadap putusan MKP (Mahkamah Kehormatan Partai) tersebut. . “Secara otomatis nanti kalau ada kesalahan lagi ya langsung akan ditindaklanjuti dengan mungkin pemecatan,” katanya.
Dengan kejadian ini, Fraksi Partai Gerindra akan mengevaluasi Syahri dan seluruh anggota fraksi. Hanan tidak ingin kejadian tersebut terjadi lagi.
Soal laporan etik ke Badan Kehormatan, Hanan akan membahasnya dalam rapat Fraksi Gerindra dan berdiskusi dengan pimpinan DPRD Jember. Menurutnya, disposisi pimpinan ke BK untuk menangani persoalan Syahri ini tidak perlu menunggu surat dari Fraksi Gerindra. “Ini sudah viral, sudah ramai di masyarakat,” katanya.
Dengan menangani dugaan pelanggaran etik Syahri, maka BK memperingatkan semua anggota DPRD Jember untuk menjaga etika. “Tidak terhadap Fraksi Gerindra saja, bahwa ada hal-hal etis yang harus kita jaga,” kata Hanan.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Jember Widarto berharap semua anggota parlemen bisa menjaga marwah dan kepercayaan masyarakat. “Biar kerja keras kita tidak hilang hanya karena persoalan-persoalan yang men-down grade kepercayaan publik terhadap lembaga yang kita cintai ini,” katanya. [wir/but]






