Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai fans yang sering menonton pertandingan sepakbola, kalian pasti sering melihat para pemain mengangkat tangan. Terutama ketika hendak menendang bola mati seperti sepakan pojok atau tendangan bebas.
Mungkin ada dari kalian yang sudah memahami apa maksud dari gerakan tersebut. Sebagian lagi pasti pernah menebak-nebak meski tak tahu secara pasti apa sebenarnya maksud dari gerkan tersebut.
Namun, tahukah kalian kenapa mereka melakukan itu? Tentu saja itu bukan hanya sebuah gerakan tanpa arti dan alasan. Mengangkat tangan sebelum tendangan pojok merupakan bentuk komunikasi atau kode simbolik bagi para pemain guna menentukkan arah bola.
Pada umumnya, gerakan tersebut disinyalir sebagai sebuah ‘kode tubuh’ agar para pemain yang berada di hadapan mulut gawang bersiap-siap untuk menerima umpan dari sisi lapangan. Namun, dibalik gerakan itu ada maksud terselubung lebih dari sekedar kode persiapan.
Hal ini karena dalam klub profesional, sepak pojok biasanya dimanfaatkan secara maksimal guna menerapkan taktik dalam mencuri gol ke gawang lawan. Pemain yang biasa memiliki peran sebagai pengambil sepakan bola pojok, akan dibekali dengan maksud dari pergerakan tangan yang dilakukan tersebut.
Oleh karena itu setiap klub sepak bola akan memiliki maksud yang berbeda. Ketika pemain yang mengambil sepakan pojok mengangkat satu tangan kiri, atau tangan kanan, bahkan jika mengangkat kedua tangan akan punya maksud tersendiri. Semuanya itu juga akan berpengaruh pada penempatan posisi bola, sehingga pemain yang akan menerima dapat dengan mudah melesatkan bola.
Kode tangan itu biasanya juga akan diatur sesuai skema formasi yang sudah dibuat oleh sang pelatih. Sebagaimana dilansir dari goal.com bahwa 40% goal terjadi dari sepakan bola pojok.
Salah satu contoh yang terjadi pada Tim Nasional Inggris di ajang Piala Dunia tahun 2018 Russia. Dari 12 gol yang The Three Lions cetak di Rusia, sembilan diantaranya hadir melalui skema sepakan bola pojok.
Skema itu dianggap cukup efektif karena tim yang sedang berada di posisi penguasaan bola akan punya keuntungan sendiri. Oleh karena itu tim yang sedang menguasai bola bisa mengetahui arah bola tersebut melaju untuk kemudian bisa disambut pemain lain. [dan/tur]






