Surabaya (beritajatim.com) – Pernahkah Anda mengalami cegukan? Cegukan dapat terjadi karena adanya kejang atau kontraksi tiba-tiba di diafgrama. Meskipun cegukan merupakan hal yang wajar, namun ada beberapa fakta unik soal cegukan.
Hiccups atau cegukan merupakan gejala yang ditandai ketika seseorang mengeluarkan bunyi ‘hik’ secara berulang kali dalam kurun waktu tertentu. Biasanya terjadi selama beberapa detik atau menit bahkan 48 jam. Semua orang pernah mengalami kondisi ini, namun cegukan umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir. Seperti dilansir dari berbagai sumber ini 4 fakta unik soal cegukan yang wajib Anda tahu :
Terjadinya cegukan
Seperti dilansir dari The healthy, dunia medis menyebut cegukan sebagai singultus yang dalam bahasa Latin berarti menarik napas saat menangis. Blog Medical Student’s Diaries mendefinisikan gerakan cegukan sebagai kontraksi diafragma yang tidak disengaja, terjadi bersamaan dengan kontraksi kotak suara, dan penutupan glotis. Hal inilah yang meyebabkan terhalangnya jalan udara. Glotis terletak di bagian tengah laring, di mana pita suara berada, dan ketika terkunci, ini dapat menyebabkan suara cegukan.
Kasus cegukan terlama
Guinnes World Record pernah mencatat rekor cegukan terlama yakni selama 68 tahun, yang terjadi pada Charles Osborne, pria asal Amerika Serikat. Dilaporkan Charles mulai mengalami cegukan pada tahun 1922 dan berhenti pada tahun 1990 saat usianya 96 tahun. Cegukan terlamanya tersebut diamulai ketika Charles sedang menggantungkan seekor babi untuk disembelih, namun babi itu terjatuh dan menimpanya.
Charles merasa baik-baik saja namun dokter mengatakan ada bagian kecil pembuluh darah yang rusak di otak Charles. Cegukan tersebut akhirnya berhenti setahun sebelum Charles meninggal.
Semua mamalia mengalami cegukan
Selain manusia, hewan mamalia juga mengalami cegukan. Melansir dari Play buzz, hewan dengan diafragma yang mirip manusia juga mengalami cegukan. Kucing dan anjing mengalami cegukan sebagai tanda percepatan pertumbuhan. Hewan dengan mekanisme pernapasan yang berbeda menunjukkan refleks cegukan, tetapi tidak memiliki pita suara dan tidak menghasilkan suara ‘cegukan’ yang khas.
Awal mula terjadinya cegukan
Fenomena cegukan pertama kali dilaporkan pada tahun 1899, yakni ketika ultrasound teknologi tersedia di klinik kesehatan wanita. Seperti dilansir dari Buzzfeed, sebagian ilmuan mengatakan bahwa cegukan adalah sifat yang tersisa dari masa lalu evolusi kita. Otot-otot yang membuat kita cegukan pada awalnya ditujukan untuk insang. [rsf/esd]






