Mojokerto (beritajatim.com) – Percepatan isoter (isolasi terpusat) khusus untuk ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) terkonfirmasi Covid-19, terus dimaksimalkan Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, para bumil dan busui terkonfirmasi Covid-19 harus mendapat perawatan dan penanganan khusus.
Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ikfina Fahmawati yang juga Bupati Mojokerto ini memerintahkan agar isoter khusus tersebut segera disosialisasikan dengan tindak lanjut SOP serta pemetaan matang dari semua lini. Dua fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yakni Puskesmas Sooko dan Puskesmas Jatirejo ditunjuk sebagai isoter khusus bumil dan busui Covid-19.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19-mojokerto”]
Ini setelah dua puskesmas dari 27 puskesmas yang ada di Kabupaten Mojokerto tersebut sudah diketahui status kesehatannya. Namun ke depannya nanti, setiap puskesmas rawat inap (ada 17 puskesmas rawat inap dari 27 puskesmas di Kabupaten Mojokerto, red), akan disiagakan dengan fungsi yang sama apabila ditemukan kasus serupa.
Para bumil dan busui terkonfirmasi Covid-19 akan mendapat perawatan dan penanganan khusus. Bagi busui misalnya, tidak diperkenankan menyusui bayinya secara langsung. Namun diganti dengan Air Susu Ibu (ASI) perah dengan cara pumping. Ibu dan bayi juga akan dirawat secara intensif di ruangan terpisah dengan pengawasan ketat oleh para nakes profesional.
Rencana isoter khusus bumil dan busui di atas, disampaikan Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini di sela-sela pemantauan persiapan ‘Pondok Sehat Terpusat Satgas Covid-19’. “Isoter untuk bumil dan busui harus segera dirilis dan disosialisasikan. Ini sangat penting, mengingat kita juga sudah siap mengoperasikan isoter khusus OTG Covid-19 di Claket. Kami harus kerja cepat dan tepat,” tegasnya, Minggu (22/8/2021). [tin/suf]






