Malang (beritajatim.com) – Kesempatan emas kembali hadir bagi calon mahasiswa baru yang ingin masuk perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Salah satu program studi dengan peluang masuk yang besar adalah S1 Fisika di Universitas Negeri Malang (UM), yang memiliki tingkat keketatan hingga 50%.
Program Studi S1 Fisika UM menawarkan fasilitas laboratorium modern yang menunjang kegiatan riset mahasiswa. Beberapa laboratorium unggulan yang tersedia antara lain, Laboratorium Fisika Material, Fisika Teoretik dan Komputasi, Fisika Instrumentasi, Laboratorium Sentral dan Terpadu
“Laboratorium kami memungkinkan mahasiswa mengeksplorasi fenomena fisika secara mendalam dan mengasah keterampilan riset,” ujar Kaprodi Fisika UM, Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd, M.Si., Jumat (21/2/2025).
Mahasiswa S1 Fisika UM telah mengukir prestasi di kancah internasional, termasuk kesempatan riset di universitas ternama dunia seperti Universitas Tokyo, serta berbagai institusi di Eropa, Thailand, dan Singapura. Biaya riset ini sering kali didukung oleh dosen pembimbing.
Selain itu, para dosen Fisika UM juga tak kalah berprestasi, dengan beberapa di antaranya masuk dalam daftar Top 2% Scientist versi Stanford University.
Bagi mahasiswa berprestasi, tersedia program fast track, yang memungkinkan penyelesaian studi S1 lebih cepat dan langsung melanjutkan ke jenjang S2. Kolaborasi dengan profesor tamu dari universitas dunia dan program pertukaran pelajar semakin memperkaya pengalaman akademik mahasiswa.
Lulusan S1 Fisika UM memiliki prospek karier yang luas di berbagai sektor, termasuk Peneliti dan Dosen, Bidang Energi dan Teknologi Informasi, Industri Telekomunikasi dan Pertahanan. Bisa juga lulusan memiliki posisi strategis di perusahaan besar dan perbankan.
Kemampuan analitis dan problem-solving lulusan Fisika membuat mereka sangat diminati di berbagai industri. S1 Fisika UM juga berkomitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui kurikulum inovatif yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan data sains.
“Mahasiswa akan mempelajari bidang seperti Fisika Material, Teknologi Sensor, Riset Antiradar
Dengan materi tersebut, mahasiswa dipersiapkan untuk menghadapi tantangan di era teknologi canggih,” ujar Taufiq.
Universitas Negeri Malang membuka kesempatan lebar bagi generasi muda yang ingin menapaki masa depan cerah melalui Program Studi S1 Fisika. “Dalam sains mungkin ada ketidakpastian, tetapi dengan doa restu orang tua, kesuksesan pasti akan menghampiri,” ujar Prof. Taufiq. (dan/ted)






