Mojokerto (beritajatim.com) – Sektor industri pengolahan tetap menjadi pilar utama dalam perekonomian Kabupaten Mojokerto. Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mojokerto periode 2020–2024 menunjukkan bahwa sektor ini memberikan kontribusi terbesar dibandingkan sektor lainnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, menjelaskan bahwa industri pengolahan memiliki peranan dominan di antara 17 sektor pembentuk PDRB. Rata-rata kontribusinya mencapai 56,38 persen, menjadikannya sektor yang paling berpengaruh dalam struktur perekonomian daerah.
“Industri pengolahan menjadi mesin penggerak utama ekonomi daerah. Kontribusi sektor industri pengolahan bahkan menunjukkan tren meningkat setiap tahunnya. Dari sekitar 55,77 persen, kini mendekati 58 persen, yang menandakan dominasi sektor ini semakin kuat dalam pembentukan nilai tambah daerah,” ujar Dwi, Minggu (18/1/2026).
Kontribusi sektor industri pengolahan yang terus meningkat setiap tahun mencerminkan bahwa wilayah Kabupaten Mojokerto telah berkembang menjadi daerah industri yang matang. Keberadaan industri pengolahan tidak hanya memperkuat kapasitas produksi daerah, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang saling terhubung.
“Industri pengolahan berperan sebagai engine of growth yang mendorong permintaan bahan baku dari sektor pertanian, meningkatkan aktivitas logistik dan transportasi, serta menciptakan efek berganda pada sektor perdagangan dan jasa,” tambah Dwi.
Meskipun sektor ini menunjukkan tren positif, Dwi mengingatkan bahwa ketergantungan yang tinggi terhadap satu sektor harus dikelola dengan bijaksana. Stabilitas sektor industri pengolahan menjadi kunci ketahanan ekonomi daerah, terutama saat sektor lain mengalami fluktuasi.
“Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa pengembangan industri diimbangi dengan penguatan sektor pendukung lainnya,” tuturnya.
Selain industri pengolahan, terdapat sektor-sektor lain yang juga memberikan kontribusi signifikan terhadap PDRB Kabupaten Mojokerto. Sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor menyumbang rata-rata 10,29 persen, disusul sektor Konstruksi sebesar 8,06 persen, dan sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi 7,59 persen selama periode yang sama.
Ke depan, pengembangan infrastruktur, energi, transportasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar sektor industri pengolahan dapat terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pembangunan ekonomi daerah.
“Dominasi industri pengolahan perlu dikelola dengan bijaksana agar dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” pungkas Dwi. [tin/suf]






