Pasuruan (beritajatim.com) – Kejuaraan Indonesian Downhill (IDH) Urban 2025 di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan berlangsung meriah. Ratusan penonton memenuhi sisi lintasan untuk menyaksikan aksi menegangkan para rider elite nasional.
Di kelas utama Men Elite, persaingan berlangsung sangat ketat sejak babak awal hingga final run. Rider asal Jepara, Khoiful Mukhib, akhirnya keluar sebagai juara setelah mencatatkan waktu tercepat 1 menit 51,760 detik.
Mukhib hanya unggul tipis dari Andy Prayoga dari Polair DH Team yang mencatat 1 menit 51,890 detik. Sementara posisi ketiga ditempati Agung Prio Apriliano dari D-One Factory dengan torehan 1 menit 52,643 detik.
“Hasil ini memang sudah saya targetkan sejak latihan. Saya pelajari line dengan serius dan alhamdulillah bisa juara di Ngadiwono,” ungkap Mukhib usai penyerahan piala.
Ia menambahkan bahwa lintasan downhill di Ngadiwono memberikan tantangan berbeda dibanding trek lainnya. “Obstacle di awal trek cukup sulit, mental harus kuat supaya tidak nervous,” tambahnya.
Di kelas Men Junior, persaingan juga tak kalah sengit. Fajar Abdul Rahman dari Spartan Racing Team berhasil meraih podium pertama dengan catatan waktu 1 menit 55,550 detik.
Posisi kedua ditempati Azril Leo Avinda dari D-One Factory dengan waktu 1 menit 57,032 detik. Sedangkan Dimas Aradhana dari 76 Rider DH Squad harus puas di posisi ketiga setelah mengalami crash namun tetap mencatat waktu 1 menit 58,216 detik.
Penyelenggara lomba, Agnes C. Wuisan dari 76 Rider, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta. “Trek urban downhill di Ngadiwono memang unik dan penuh tantangan, tapi para rider tampil luar biasa,” ujarnya.
Agnes menilai antusiasme warga Pasuruan yang datang memberikan dukungan langsung menjadi motivasi tambahan bagi peserta. “Sorakan penonton sepanjang lintasan membuat atmosfer lomba lebih hidup dan penuh sportainment,” imbuhnya.
Rangkaian IDH Urban 2025 akan berlanjut ke seri final di Taman Budaya Raden Saleh, Semarang, pada 4-5 Oktober mendatang. “Harapannya akan lebih banyak rider muda bergabung sehingga prestasi downhill Indonesia terus meningkat,” pungkas Agnes. (ada/but)






