Surabaya (beritajatim.com) – Tuberkulosis atau TBC masih menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. WHO mencatat di 2023 ada 10,6 juta orang di dunia jatuh sakit dan 1,3 juta orang meninggal karena TBC.
Melalui Wawasan Series ‘Merdeka dari TBC’ yang digelar di Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya pada Kamis, 29 Agustus 2024, Suara Surabaya Media ingin ikut berkontribusi melawan penyakit TBC.
Kampanye melalui gelaran Focus Group Discussion ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya TBC dan mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam upaya memberantas penyakit ini.
Ketua Panitia Wawasan Series Merdeka dari TBC Eddy Prastyo mengatakan, dalam acara ini audiens membahas berbagai aspek terkait TBC, mulai dari profil penyakit, upaya pencegahan, hingga dukungan bagi para penderita.
“Kami ingin menyatukan berbagai suara untuk mencari solusi bersama dalam mengatasi masalah TBC. Dengan melibatkan berbagai pihak, kami berharap dapat merumuskan langkah-langkah konkret untuk menurunkan angka penderita TBC di Surabaya dan sekitarnya,” ujar Pemimpin Redaksi Suara Surabaya itu.
Salah satu pembahasan menarik dalam forum ini adalah pengalaman Dinas Kesehatan Gresik. Kabupaten Gresik, yang memiliki banyak kawasan industri dan karakteristik unik dalam penanganan TBC. Peserta forum dapat belajar dari pengalaman Gresik dalam mengelola kasus TBC di tengah lingkungan industri yang padat.
Selain itu, para penyintas TBC juga berbagi kisah dan pengalaman mereka. Kisah-kisah inspiratif ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi penderita TBC lainnya dan masyarakat umum untuk lebih peduli terhadap penyakit ini.
Pada kesempatan ini, Suara Surabaya Media juga memberikan apresiasi kepada para pihak yang telah berkontribusi dalam mengeliminasi TBC di Indonesia.
Puncak acara forum adalah penandatanganan komitmen bersama oleh para peserta. Komitmen ini berisi kesepakatan untuk bekerja sama dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC di Surabaya.
“Kami berharap forum ini dapat menjadi titik awal bagi kolaborasi yang lebih erat dalam memerangi TBC. Dengan dukungan dari semua pihak, kami yakin target Indonesia bebas TBC pada tahun 2030 dapat tercapai,” tambah Eddy. [ipl/beq]






