Blitar (beritajatim.com) – Kota Blitar tercatat hanya memiliki luas 32,58 Kilometer persegi yang terbagi dalam 3 kecamatan. Jumlah penduduk di kota yang berjuluk Bumi Bung Karno tersebut mencapai 153.541 Jiwa.
Tingkat kepadatannya Kota Blitar 4.855/km2. Meski memiliki lahan yang relatif kecil dan jumlah penduduk nomor 2 paling sedikit di Jawa Timur, namun hal itu nampaknya tidak menyurutkan minat investor untuk membangun hotel di Kota Blitar.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar tercatat hingga Januari 2024, ada 22 hotel yang berdiri di Bumi Bung Karno. Hotel ini mulai bintang 3 hingga kelas melati.
“Karena memang kita memiliki banyak tempat wisata seperti Makam Bung Karno, ada pula sejumlah wisata di Kabupaten Blitar. Total wisatawan kita per tahun itu 500.000 lebih jumlahnya,” kata Edi Wasono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Minggu (28/1/2024).
Adanya wisata sejarah di Kota Blitar menjadi faktor utama. Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Makam Bung Karno, Istana Gebang serta sejumlah tempat wisata lainnya, ternyata mampu menarik minat investor.
“Dengan Santika, total ada 22 hotel yang berdiri di Kota Blitar. Itu mulai dari yang besar hingga yang kelas melati,” tegasnya.
Banyaknya investor yang menanamkan modalnya di sektor perhotelan Kota Blitar ternyata membawa dampak positif. Tercatat sektor perhotelan mampu menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Blitar hingga Rp1 Miliar per tahun.
Disisi lain, banyaknya hotel yang berdiri juga mampu menyerap tenaga kerja. Bukan hanya dari Kota Blitar namun juga tenaga kerja luar Blitar.
“Efeknya sangat positif bisa menyerap tenaga kerja juga menumbuhkan ekonomi, kami juga terus berinovasi agar usaha perhotelan di Kota Blitar ini bisa tetap hidup dan memberikan dampak positif untuk masyarakat,” tutupnya.
Dari 22 Hotel yang telah berdiri di Kota Blitar, hanya 6 masuk kategori besar. Sementara 16 lainnya merupakan kelas melati. [owi/suf]






