Surabaya (beritajatim.com) – Tradisi perayaan tahun baru China ditengah pandemi di kampung pecinan, Kapasan Dalam, Surabaya sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Dua tahun berada di tengah pandemi perayaan Imlek di kampung ini terasa sepi.
Seperti di keluarga Erlin Melisa, warga kampung Kapasan Dalam. Keluarga ini tetap merayakan tahun baru di rumah tanpa keluarag besar dari luar. Namun ia bersama keluarga masih tetap melakukan tradisi imlek seperti sebelumnya.
“Kalo tahun ini belum tahu apakah semeriah tahun-tahun sebelum covid 19, kayanya nanti malam ada pesta kembang api di kampung. Kalau tahun kemarin sih sepi cuma keluarga inti saja dan tetangga dekat. Ya itu karena pandemi juga kita harus menerapkan prokes di kampung sini,” ungkap Erlin, Senin (31/1/2022).
Saat ditemui di kediamannya di kampung pecinan Kapasan Dalam, Wanita berusia 29 tahun ini tengah bersembahyang dengan kedua anaknya di depan rumah. Dengan menyalakan dupa ia mengajak dua anaknya sembahyang bersama.
[berita-terkait number=”4″ tag=”imlek”]
Dimana sajian sembahyang imlek tersedia lengkap di mejannya, seperti Hiu atau dupa, kue mangkok, kue tok, buah naga, roti hingga menu khas imlek seperti capjay dan ayam.
Dengan khusuk mereka berdoa bersama, setelah itu barulah beberapa keluarganya berkumpul bersama dan juga tetangga dekat dengan berbagi angpo warna merah.
“Kita biasanya sembahyang, abis itu makan bersama terus ya bagi-bagi angpo tradisinya bedanya sekarang lebih dibatasi aja,” tutupnya. [way/but]







