Batu (beritajatim.com) – Sopir bus pariwisata Sakhindra Trans nomor polisi DK 7949 GB mencoba langkah dramatis untuk menghentikan bus yang mengalami rem blong dengan membuang kemudi ke kanan menuju trotoar. Namun, upaya tersebut gagal dan menyebabkan kecelakaan beruntun yang menewaskan 4 orang serta melukai lebih dari 15 orang lainnya pada Rabu malam (8/1/2025).
Kapolres Kota Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika bus yang membawa rombongan siswa SMK TI Global Badung, Bali, melaju dari Museum Angkut menuju Jalan Imam Bonjol. Di tengah perjalanan, bus mengalami rem blong di jalur menurun yang curam.
“Di persimpangan Sultan Agung, sopir sebenarnya sudah berusaha menghentikan bus dengan membuang kemudi ke kanan menuju trotoar, berharap ada fungsi pengereman. Namun, upaya itu tidak berhasil,” ungkapnya.
Karena rem tidak berfungsi, bus terus melaju tanpa kendali sejauh 3 kilometer menuju Jalan Ir Soekarno. Akibatnya, bus menabrak 6 mobil, 10 sepeda motor, dan baru berhenti setelah menabrak pohon di depan SMPN 3 Kota Batu.
Meskipun sopir telah berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan bus dengan cara membuang kemudi, bus akhirnya menabrak sejumlah kendaraan, yang mengakibatkan kerusakan parah. Kecelakaan ini merenggut nyawa 4 orang, termasuk pasangan suami istri dan bayi mereka yang sedang mengendarai sepeda motor.
Kusnari, seorang saksi mata, menceritakan detik-detik mengerikan saat bus melaju tanpa kendali. “Sopir sempat banting setir ke kanan menuju trotoar, tapi bus tetap terus melaju. Akhirnya menabrak banyak kendaraan dan berhenti setelah menghantam pohon,” katanya.
Saksi lain, Dwi, juga menyebutkan bahwa korban meninggal termasuk pasangan suami istri dan bayi mereka yang tertabrak di lokasi. “Ambulans terus berdatangan, dan saya melihat tiga korban sudah dibungkus kantong jenazah,” tambahnya. [dan/beq]






