Malang (beritajatim.com) – Dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma), yaitu Lutfia Fatma Ningrum dan Berliana Imandari Putri berkesempatan ikut pertukaran mahasiswa ke National Pingtung University (NPTU) Taiwan. Mereka ikut dalam rangkaian program International Outbound Mobility pada semester gasal tahun akademik 2023/2024.
Lutfia dan Berliana, sapan keduanya, bakal menempuh mata kuliah financial technology, corporate governance, culture, international, journalistic, analisis case business ethics, Bahasa Mandarin, dan merger & acquisition, Keduanya akan mendapatkan berbagai fasilitas dan pelayanan dari NPTU.
Lutfi mahasisww Prodi Manajemen mengakui bahwa kampusnya memfasilitasi mahasiswa internasional dalam mengeksplor Taiwan mulai dari tempat hingga budaya. Disana ia melakukan kegiatan outdoor, mengenal budaya, Taiwan dan membuat kerajinan tangan.
“Di kampus aku khususnya bagian international office, sangat mengayomi international student-nya. Kita jalan-jalan gratis di sekitar Kaohsiung pakai bus kota” ungkap Lutfia melalui keterangan, Sabtu (22/6/2024)..
Lutfia mendapat kesempatan berharga lewat cultural exchange yang diikuti oleh mahasiswa internasional lain. Ia pun mengenalkan budaya Indonesia ke mahasiswa negara lain yang juga mengikuti program yang sama.
Di samping itu, Lutfia bisa praktik langsung kemampuan Bahasa Inggris pada pelajar SMA dan nelayan di Sana. “Saya membuka kelas bahasa Inggris secara langsung di Masjid An-nur Donggang yang fokus pada frasa dasar yang berguna dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Lutfia.
Kelas itu, kata Lutfi, diharapkan berguna bagi nelayan yang hanya punya kemampuan dasar tentang bahasa Inggris. Inisiatif itu bukan hanya memberikan manfaat akademis bagi para mahasiswa, melainkan juga sebagai solusi nyata untuk mengatasi keterbatasan komunikasi internasional yang dihadapi oleh nelayan Indonesia di Taiwan.
“Peningkatan kemampuan bahasa Inggris ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing nelayan Indonesia di Taiwan. Keputusan kami ini sebagai komitmen mereka untuk memberikan dampak positif pada komunitas dan menggali potensi pengembangan diri,” lanjut Lutfia.
Dijelaskan Berliana dari Prodi Perbankan Syariah, programnya bersama Lutfia terdiri atas sejumlah tahapan penting. Ada penilaian awal keterampilan bahasa Inggris dengan nelayan melalui uji lisan dalam rangka mengetahui tingkat pemahaman mereka.
“Kami juga lakukan evaluasi efektivitas program dengan survei para peserta untuk identifikasi area yang perlu perbaikan dari aspek pendekatan pengajaran. Kami juga berkoordinasi dengan pengurus Masjid An-nur Donggang untuk memperoleh dukungan logistik dan fasilitas,” jelasnya.
Para nelayan di sana terlibat aktif dalam pengembangan program. Mereka mendengarkan masukan mereka dengan menjelaskan manfaat dari kegiatan pengajaran ini.
Inisiatif pendidikan bahasa Inggris yang dilakukan oleh mahasiswa FEB Unisma ini memperoleh sambutan hangat dari komunitas nelayan di Donggang. Antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran saat sesi kelas dan pengakuan peningkatan kemampuan berkomunikasi bahasa.
Dekan FEB UNISMA Nur Diana SE, MSI, CMA, CBV CERA mengapresiasi dan merasa bangga pada mahasiswa kedua mahasiswanya. Program outbound mobility program selama satu semester di NPTU Taaiwan, ini sebagai langkah bagus untuk mengembangkan diri di kancah internasional.

“Mereka bisa ikut pembelajaran beberapa mata kuliah keuangan dalam konteks global. Tak hanya itu, mahasiswa jadi volunteer bagi pelajar dan kaum nelayan agar mampu berkomunikasi secara internasional,” ujar Diana.
Pihaknya berharap inisiatif mahasiswa FEB Unisma mampu membawa perubahan untuk komunitas nelayan Indonesia di Taiwan. Di samping itu juga menegaskan pentingnya pendidikan dalam membangun jembatan budaya dan memperluas wawasan global.
“Kegiatan mereka selama di Taiwan ini mendukung Indeks Kinerja Utama perguruan tinggi di kancah global sehingga FEB Unisma. Kami saat ini terakreditasi Internasional FIBAA Jerman sehingga harus konsisten mendukung program internasionalisasi dalam pencapaian sebagai kampus Unggul berdaya saing Internasional,” tutup Dekan FEB Unisma. (dan/kun)






