Banyuwangi (beritajatim.com) – Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Dewata Bali menyampaikan kekecewaannya atas keputusan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang meniadakan program mudik gratis tahun ini. Peniadaan program tersebut diakui menjadi kabar yang menyedihkan bagi perantau Banyuwangi di Bali.
Sekretaris Jenderal Ikawangi Dewata, Lulut Joni Prasojo, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi tersebut langsung dari Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi.
“Kami dapat info dari Dishub Banyuwangi yang menelepon bahwa mudik gratis ditiadakan tahun ini. Katanya, mengajukan ke pemerintah pusat, tidak disetujui. Mungkin karena efisiensi anggaran,” ujarnya.
Padahal, program mudik gratis ke Banyuwangi telah rutin diselenggarakan sejak 2014 dan hanya terhenti saat pandemi Covid-19. Keberadaan bus mudik gratis dinilai sangat membantu masyarakat, terutama ibu dan anak-anak, serta memangkas waktu tempuh dari Bali ke Banyuwangi yang bisa mencapai 12-16 jam jika dilakukan secara mandiri.
“Kami sedih dan kecewa, tapi kami juga pasrah sebab kita tidak punya kemampuan untuk memutuskan. Kami berharap tahun depan diadakan karena ini sangat membantu masyarakat,” jelas Lulut.
Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi menyediakan delapan bus dengan kapasitas 56 penumpang per bus serta dua truk pengangkut motor yang masing-masing bisa menampung 32 unit motor pemudik.
Lulut menambahkan bahwa banyak anggota Ikawangi Dewata yang mengalami kesulitan mudik akibat keputusan ini. Salah satunya adalah Pak Hari, seorang anggota berusia 55 tahun yang memiliki anak berusia 10 tahun dan tinggal di Tegalsari. Dengan kondisi fisiknya, ia tidak memungkinkan mudik menggunakan motor, sementara tarif bus sekitar Rp180 ribu per orang atau travel Rp250-300 ribu dinilai cukup mahal.
Selain faktor biaya, keterbatasan transportasi juga menjadi kendala karena pemudik tidak bisa membawa motor untuk mobilitas di kampung halaman. Lulut berharap program mudik gratis bisa kembali diadakan tahun depan karena turut berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan angka kecelakaan.
“Karena ini juga cukup membantu mengurangi kemacetan dan kecelakaan. Pemerintah dan polisi diringankan karena setiap tahun hampir tidak ada insiden berarti,” pungkasnya. [alr/beq]







1 Komentar
Gitu itu klo dikasih gratis, minta terussssssss….hahahaha