Malang (beritajatim.com) – Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Malang (IKA Unisma) meresmikan kantor baru di gedung B lantai 1 Unisma. Peresmian dilakukan oleh Rektor Unisma bersama ketua IKA Unisma pada Jumat 22 September 2023.
Ketua IKA Unisma, Muhammad Nur Uddin atU yang dikenal dengan Gus Din menyampaikan bahwa kantor ini kaya sejarah dan penuh spirit perjuangan para kiai Nahdlatul Ulama pejuang Indonesia. Sebelum ada kantor, IKA Unisma berkumpul secara informal, keberadaan kantor ini membuat pihaknya dapat berkumpul secara formal.
Ruangan IKA Unisma dulunya ruangan dari Kiai Masykur. Kiai Masykur selain jadi pahlawan nasional, beliau juga sebagai ketua Hizbullah Sabilillah Nasional. Gedung ini, kata Gus Din, dulu menjadi Unsuri Malang, kemudian menjadi Universitas NU Malang.
“Kemudian dipinjam pakai oleh IAIN Sunan Kalijaga Malang , yang kemudian menjadi IAIN Sunan Ampel Surabaya untuk menyelenggarakan pendidikan IAIN di kota Malang,” ujar pria yang juga putra dari kiai Oesman Mansoer ini.
Ruangan IKA Unisma ini juga pernah digunakan untuk penyelenggaraan Perkuliahan sunan Ampel Malang. Oleh sebab itu, bisa dipandang bahwa gedung penuh sejarah karena menjadi pusat nya dari perjuangan para kiai yang memang ingin mengembangkan perguruan tinggi umum.
BACA JUGA:
Lewat Program PMM, Unisma Sambut 99 Mahasiswa dari 44 Kampus
“Pasca Resolusi Jihad para kiai membangun perguruan tinggi Sekuler. Kami senang, ini dipakai sebagai IKA , karena spirit gedung ini penuh dengan perjuangan Kiai Masykur sebagai Ketua nasional Hizbullah Sabilillah dan kiai Oesman Mansoer sebagai pemuda sabilillah keduanya membawa spirit yang dapat diwarisi,” katanya.
“Sekarang perjuangannya bukan mengusir penjajah, melainkan lebih kepada meningkatkan sisi pendidikan. Ini pada konteks ini , kemodernan dan era disrupsi 4.0, tentang kecerdasan ini bagaimana kontribusi alumni untuk membantu mahasiswa yang ada di Unisma,” imbuhnya.
Dengan keberadaan kantor IKA Unisma, Gus Din berharap agar alumni berkontribusi langsung pada mahasiswa Unisma. Alumni menjembatani mahasiswa agar bisa menemukan posisi sebelum terjun ke dunia kerja.
“Para alumni ini menyiapkan adik mahasiswa dari sisi praktis. Mereka menjadi praktisi mengajar agar mahasiswa mengerti saat masuk ke dunia kerja,” terang Gus Din.
Alumni Unisma, sejauh ini sudah terkonfirmasi 59 ribu lebih. Ketua IKA Unisma akan mengkonektifitaskan dengan aplikasi . Sekitar 5.000 bisa terkoneksi untuk profiling alumni.

“Sembari juga. Tugas IKA Unisma pada posisi membantu langsung berupa beasiswa kepada mahasiswa yang mengalami kendala biaya. Mereka yang terkendala biaya kita membantu itu. Visi utama IKA Unisma agar bermanfaat bagi mahasiswa. Pertama, asas kebermanfaatan berkaitan dengan mobilisasi sumber daya manusia di Unisma. “Kami sudah memfasilitasi bengkel kerja, salah satunya untuk mahasiswa teknik. Itu demi mengoptimalkan kemampuan diri dan keterampilan mahasiswa,” kata Gus Din.
BACA JUGA:
Halaqoh Diniyah Unisma, Gus Muwafiq Ajak Maba Pahami Dasar Rahmatan Lil Alamin
Kebermanfaatan kedua, ditujukan kepada alumni yang sudah memiliki usaha dan duduk di pemerintahan. Nanti saat pembekalan menjelang yudisium untuk memberi motivasi kepada mahasiswa.
“Ketiga, secara reguler dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka alumni agar bisa menjadi praktisi mengajar. Alumni sesuai kompetensinya mengisi kuliah selama satu atau dua semester untuk mahasiswa,” tutup ketua IKA Unisma.
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, menambahkan bahwa kantor IKA Unisma ini ditujukan sebagai wadah alumni secara formal. Keberadaan kantor ini diharapkan dapat mendukung kinerja alumni ke depannya.
“Unisma mensupport penuh berbagai kegiatan yang nanti akan dilakukan oleh alumni. Salah satu upaya kami dengan meresmikan kantor IKA Unisma ini,” ungkap Prof Maskuri. [dan/beq]






