Malang (beritajatim.com) – IKA Unisma telah melangsungkan Silaturahmi Nasional (Silatnas) di gedung Bundar Al Asy’ari, Sabtu (8/7/2023). Agenda ini dihadiri ribuan alumni Unisma dengan menghasilkan sejumlah rencana strategis untuk mendukung milestone entrepreneur university.
Mohammad Nuruddin, S.Pt., M.P., selaku Ketua Ikatan Alumni Universitas Islam Malang (IKA-Unisma) mengungkapkan, Silatnas ini digelar untuk menghasilkan program alumni agar sesuai dengan visi misi milestone Entrepreneur University dan World Class University 2027.
“IKA Unisma mendukung peta jalan Unisma sehingga visi misi kami harus diselaraskan pada proses dan perkembangan yang ada di Unisma,” ujar Gus Din, sapaannya, saat jumpa media.
Menurut Gus Din, IKA Unisma sebagai organisasi alumni berada pada posisi yang kuat untuk rekognisi Unisma. Pertama, rekognisi yayasan Unisma, pihaknya memastikan adanya keterwakilan alumni sebagai bagian dari kepengurusan, yang nanti dilibatkan dalam penentuan kebijakan. “Kami sebagaI alumni uga dilibatkan dalam pemilihan Rektor. Itu hak yang harus di rekognisi oleh yayasan Unisma,” lanjutnya.
Saat ini, Unisma memiliki 48 ribu alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dengan berbagai profesi. Mereka tidak hanya bekerja hanya di sektor publik, tetapi ada yang berprofesi sebagai pengusaha, politik, dan ada di sektor pemerintahan.
“Ini mesti terbangun komunikasi melalui media terukur dan terumuskan dengan baik. Untuk rencana pertama adalah membuat ada aplikasi. Dari aplikasi itu nanti kita membangun dana abadi. Dana abadi untuk mahasiswa yang kesulitan ekonomi akibat situasi ekonomi nasional maupun mahasiswa dari wilayah pedesaan yang berpotensi putus kuliah. Mereka kita support dengan beasiswa,” katanya.

“Jika aplikasi dikembangkan, 48 ribu alumni itu terkoneksi dengan baik. Mereka akan diminta donasi setiap bulan 5 ribu . Kalau 5 ribu sebanyak 48.000 ribu yang menyumbang tiap bulan, tentu bisa menambah permodalan dana abadi,” lanjutnya.
Kedua, sambung Gus Din, nantinya para alumni yang membutuhkan modal kerja akan diberikan dari dana abadi. Pemberiannya melalui seleksi dengan proses pengajuan. “Itu untuk menambah modal bagi mereka yang mengembangkan wirausahanya,” tutur Gus Din.
Menurutnya, kemampuan IKA Unisma selama ini lebih kepada seremonial. Saat ini, tujuannya lebih kepada tujuan politis dengan memberi manfaat kepada mahasiswa maupun alumni itu sendiri. “Terutama ekonomi yang ada di ranah alumni itu bisa kita kerjasamakan melalui pengembangan kewirausahaan,” katanya.
Gus Din menegaskan bahwa IKA Unisma ke depan akan menguatkan dan membangun cabang IKA Unisma di 38 kabupaten kota Jawa Timur. “Sudah kita kurangi persyaratan IKA Unisma saat ini persyaratannya minimal 25 alumni sudah bisa menjadikan kepengurusan kota dan kabupaten,” pungkas Gus Din.
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., menyampaikan apresiasi atas gelaran Silatnas IKA Unisma yang dihadiri oleh para alumni dari seluruh Indonesia ini. Kesempatan ini menjadi momentum yang strategis bertemunya alumni untuk memperkuat Unisma.
“Unisma saat ini memasuki milestone keempat entrepreneur university dan kedepan pada 2027 masuk pada World Class University. Entrepreneur University, era ini membutuhkan leader yang memiliki basic entrepreneur yang bagus, utamanya di kalangan IKA Unisma,” ucap Rektor melalui daring. (dan/kun)
BACA JUGA:






