Surabaya (beritajatim.com) — Ikatan Alumni (IKA) SMAK St. Louis 1 Surabaya terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pengembangan kemampuan alumni di berbagai bidang. Salah satunya melalui workshop bertajuk “Boost Karier & Bisnismu Pakai AI” yang digelar khusus bagi para alumni sekolah legendaris tersebut.
Wakil Ketua Umum IKA SMAK St. Louis 1, Vincentia Juliani, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi alumni untuk memahami dan mengaplikasikan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi dan penjualan bisnis mereka.
“Acara IKA hari ini itu kan workshop AI ya, dan ditekankan AI-nya untuk bisnis. Jadi intinya itu bagaimana memasarkan produk, meningkatkan penjualan, kita bisa memaksimalkan AI,” ujar Juliani sapaannya saat ditemui di Ruang Benedict SMAK St. Louis 1, Surabaya, Sabtu (5/7/2025).
Menurut Juliani, penggunaan AI dalam dunia bisnis menjadi solusi atas berbagai kendala sumber daya manusia, seperti kurangnya motivasi atau tantangan dalam proses coaching. Dengan AI, pelaku usaha dapat lebih mudah mengatasi masalah tersebut.
“Karena untuk menghadapi kendala-kendala manusia itu tadi yang malas, kadang kan susah di-coaching atau apa. Nah, ini kita pakai AI,” jelasnya.
Menariknya, pemateri dalam kegiatan ini juga berasal dari kalangan alumni, yakni Tommy S. Lessiohadi, seorang konsultan bisnis dan keuangan sekaligus praktisi AI yang telah berpengalaman di bidang implementasi teknologi digital untuk pengembangan usaha.
“Jadi dia yang men-share ilmunya ke teman-teman alumni juga,” tambah Vincentia.
Workshop ini memang dirancang eksklusif untuk alumni SMAK St. Louis 1, bukan terbuka untuk umum. Peserta berasal dari berbagai latar belakang bisnis, mulai dari kuliner, jasa percetakan, hingga investasi saham.
“Pesertanya bukan umum, jadi ya para alumni. Jadi dari alumni untuk alumni,” tegasnya.
Dalam sesi pelatihan, peserta diajak untuk memetakan bisnis masing-masing, mengidentifikasi kendala, dan menggunakan AI sebagai alat bantu dalam menganalisis serta meningkatkan performa usaha. Meski masih dalam tahap pengenalan, workshop ini mendapat sambutan antusias dari peserta.
“Targetnya paling tidak orang bisa mengaplikasikan AI di bisnisnya. Dan dia bisa mungkin create penjualannya dia tanpa pakai sales lagi atau menambah penjualannya dia,” paparnya.
Selain itu, peserta juga dibekali teknik memfilter konsumen, sehingga lebih efisien dalam menentukan prospek penjualan. Dengan demikian, waktu dan sumber daya tidak terbuang untuk calon konsumen yang tidak potensial.
“Jadi kita nggak buang waktu, itu konsumen yang hanya tanya doang, nggak ada potensi. Intinya kayak gitu,” ujar Juliani.
Workshop kali ini dibatasi hanya untuk 35 peserta agar sesi coaching bisa berjalan optimal. Karena tingginya antusiasme, IKA berencana membuka batch kedua pada akhir Juli mendatang.
“Pesertanya ada 35 memang kita batasin, karena harus coaching one by one tadi, dan ini full. Makanya kita buka batch dua nantinya. Karena ada peserta yang waiting list, ternyata antusiasnya tinggi,” ujar Juliani.
Juliani juga menekankan bahwa hubungan antara sekolah dan alumni bukan sekadar simbolik. Keberadaan kantor sekretariat IKA yang terletak di dalam kompleks SMAK St. Louis 1 merupakan wujud dari sinergi antara lembaga pendidikan dan komunitas alumninya.
“Hubungan ini kami rawat sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran seumur hidup. Alumni tidak hanya mengenang sekolah sebagai tempat belajar dahulu, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi intelektual yang terus berkembang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IKA SMAK St. Louis 1 Regional Surabaya 2, Jaya Soetikno, menegaskan bahwa workshop ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang IKA untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kapasitas alumni secara menyeluruh.
Menurutnya, peran alumni di era ini bukan hanya sebagai jejaring sosial, melainkan sebagai motor penggerak kemajuan bersama.
“Kami menyadari bahwa tantangan yang dihadapi para alumni di dunia kerja maupun dunia usaha semakin kompleks. Oleh karena itu, kami di regional Surabaya 2 akan terus berupaya menghadirkan program-program penguatan kapasitas yang relevan dan tepat sasaran. Workshop AI ini akan kami gelar kembali pada akhir bulan ini,” ujar Jaya.
Jaya menambahkan bahwa filosofi “dari alumni untuk alumni” menjadi dasar pijakan utama dalam setiap kegiatan yang digelar IKA SMAK St. Louis 1.
“Kami ingin menjadi komunitas alumni yang tidak hanya menjaga hubungan emosional, tetapi juga memperkuat solidaritas intelektual dan profesional di antara anggota kami. AI adalah alat bantu masa depan, dan kami ingin alumni St. Louis 1 tidak hanya siap menghadapi masa depan tersebut, tetapi juga menjadi bagian dari penggeraknya,” pungkasnya. [asg/ian]






