Pasuruan (beritajatim.com) – Isu kabar bohong penculikan anak di Kelurahan Krampyang, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan menjadi perhatian khusus masyarakat. Pasalnya setelah tersebarnya video berantai di sosial media, membuat banyak warga menjadi resah.
Sehingga membuat Fatkhurrozy ketua rukun (RW) warga Kelurahan Krampyang menghimbau kepada warga untuk tetap waspada. Meskipun di depan komplek perumahan sudah ada penjaga komplek.
Dan juga kabar penculikan yang beredar itu hanyalah berita bohong, namun warga tetap menjaga buah hatinya. Tak hanya himbauan, Fatkhurrozy juga mengingatkan agar tidak gampang menyebarkan kabar yang masih belum jelas kebenarannya.
“Saya pastikan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Dan saya juga telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kelurahan, jika kabar tersebut tidak benar,” jelasnya, Kamis (2/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”penculikan-anak”]
Sementara itu, Yuli Sumarni, wanita peminta sumbangan dari yayasan Roudlotul Shibyan, mengklarifikasi bahwa dirinya tidak ada niatan untuk menculik. Dia hanya ditugaskan untuk meminta sumbangan ke warga di Perum Pesona Candi 6. “Saya minta maaf atas kejadian yang berada di Perumahan Candi 6. Saya cuma mau nyari sumbangan, tidak tahu kalau disini harus lapor dulu ke RT,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Lilis, Ketua RT Perumahan Candi 6 dikabarkan telah mencuri anak. Kabar tersebut tersebar di pesan berantai Whatsapp yang berisi video dan kalimat penculikan. (ada/kun)






