Pamekasan (beritajatim.com) – Islamic Boarding School Padepokan Kiai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan, menerapkan pemberdayaan santri melalui media digital dan kemandirian ekonomi. Sekaligus menunjukkan jika pesantren bukan sekedar tempat pendidikan agama, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi.
“Sebagai bagian dari masyarakat dunia yang hidup di era teknologi digital, santri juga harus memiliki kesempatan mengakses berbagai informasi dan ilmu melalui platform digital. Perkembangan teknologi ini juga memungkinkan santri belajar lebih luas, tidak hanya dari kitab kuno, tetapi juga dari sumber-sumber digital,” kata Direktur Utama IBS PKMKK Pamekasan, Achmad Muhlis, Selasa (20/5/2025).
Pernyataan tersebut selaras dengan beragam fasilitas yang tersedia di Padepokan Kiai Mudrikah yang terletak di Dusun Somber, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Sekaligus menunjukkan bentuk komitmen dalam mengimplementasikan visi yang diusung, yakni unggul, inovatif, berdaya saing dan santun.
“Saat ini tantangan utama santri menunjukkan bahwa mereka tidak hanya pandai dalam menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu berkembang dan beradaptasi di berbagai bidang lainnya, baik secara horizontal maupun vertikal, sehingga mereka nantinya dapat berkontribusi lebih luas di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Kondisi tersebut juga menunjukkan jika keberadaan IBS PKMKK Pamekasan, mampu meruntuhkan stigma tradisional yang sangat identik pada sosok santri. “Di pesantren, para santri selalu digembleng dengan berbagai ilmu agama, pengalaman akhlak hingga penguasaan teknologi,” imbuhnya.

“Penting untuk digarisbawahi, jika pada santri di IBS PKMKK tidak hanya berkutat dengan kitab-kitab kuning semata, tetapi mereka juga mampu menyampaikan dakwah melalui media digital. Di antaranya dengan menyajikan konten agama yang mengajak pada perbuatan baik, dan mereka terus berusaha menjaga masyarakat agar tetap menjadi hamba yang shalih,” sambung Muhlis.
Komitmen tersebut juga dituangkan melalui 7 (tujuh) pilar penting dari IBS PKMKK Pamekasan, yakni one student one laptop, one day one ayat, one hadith one presentation, one activity one paragraph, one week three languages, and one week three themes. “Karena setiap santri memperoleh fasilitas satu laptop, maka pesantren ini ingin menegaskan diri sebagai pesantren berbasis digital yang akan membekali penguasaan ilmu dan keterampilan di bidang teknologi,” tegasnya.
“Sejauh ini sudah terdapat berbagai konten yang dihasilkan santri dapat kunjungi pada akun media sosial pesantren, baik Youtube, Tiktok, dan Instagram. Konten ini bukan hanya menampilkan informasi tentang IBS PKMKK tapi juga menampilkan konten positif yang bernilai dakwah dan pengembangan pembelajaran,” jelasnya.
Melalui platform tersebut juga diharapkan para santri dapat memberikan pemahaman yang baik dan sejuk kepada masyarakat. “Di tengah derasnya arus informasi di dunia digital, kehadiran santri sebagai tiktoker, blogger, vlogger, youtuber, dan influencer menjadi bukti nyata jihad santri dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar,” imbuhnya.
“Dengan memanfaatkan teknologi digital, para santri mampu menyebarkan nilai kebaikan dan dakwah yang lebih luas, serta menciptakan dampak positif dalam masyarakat. Sekaligus dapat mengembangkan sektor ekonomi berbasis masyarakat dan membuka peluang kemandirian. Sehingga depan potensi ini, para santri dan pesantren memiliki peran penting membangun masyarakat yang mandiri, produktif dan sejahtera selaras dengan ajaran Islam yang mengutamakan kebaikan bersama dan kesejahteraan umat,” pungkasnya. [pin/aje]






