Surabaya (beritajatim.com) – Hustle Culture, menjadi salah satu budaya yang sadar atau tidak, berkaitan erat dengan kaum muda jaman sekarang. Hustle Culture ini bisa dikatakan sebagai budaya yang mengedepankan kerja keras.
Dengan pemikiran bahwa semakin seseorang memaksakan diri bekerja melebihi batasan dan mendedikasikan hidup untuk pekerjaan, maka kesuksesan akan semakin cepat diraih.
Akan tetapi, hal tersebut tidak selalu berimplikasi baik untuk diri seorang pemuda. Kadang sifat ini juga perlu dihindari jika keterlaluan dan merugikan diri sendiri.
Berikut ini ciri-ciri bagi seseorang yang telah terjebak dalam hustle culture.
1. Tidak pernah merasa puas, sebaik apapun hasil pekerjaan dari dirinya.
2. Tidak pernah bisa bersantai, di saat weekend sekalipun.
3. Tidak kenal dengan istilah work-life balance atau keseimbangan antara pekerjaan dan kebahagiaan hidup.
4. Saat beristirahat, bukannya tenang, justru seringkali merasa bersalah.
5. Mengalami burnout dan kelelahan adalah hal biasa.
6. Rela mengorbankan apapun demi pekerjaan
7. Punya target, tapi tak realistis.
8. Pola hidupnya jauh dari kata sehat.
9. Jika orang lain berhasil, bukan ikut senang tapi malah khawatir.
Ada beberapa hal yang jadi penyebab dari hustle culture ini. Pertama, faktor toxic positivity berperan besar. Toxic positivity yaitu anggapan positif padahal sebenarnya toxic bagi dirinya sendiri.
Kedua, pengaruh perkembangan teknologi, jadi semua dituntut untuk serba cepat dan instan. Ketiga, konstruksi sosial juga berpengaruh, karena bersinggungan dengan orang lain atau masyarakat.
Keempat, ada persaingan yang tidak sehat di kantor. Kelima, kebiasaan membandingkan pencapaian orang lain dengan diri sendiri
Hustle culture ini tidak sehat baik bagi fisik maupun mental, bahkan bisa jadi penyebab stress yang berkepanjangan. Selain itu, resiko terkena penyakit serius begitu tinggi.
Dampak lain yaitu kehilangan waktu bagi diri sendiri yang membuat renggangnya hubungan kita dengan keluarga atau orang terdekat. Lupa cara untuk bersenang-senang, hingga kehilangan hobi atau hal yang disuka. Pada akhirnya menjadi hidup yang tidak seimbang.
Agar tidak terjebak dalam hustle culture coba dengarkan tubuh Anda sendiri, kalau sudah capek, istirahat. Kenali diri sendiri, lalu cari tahu batasan diri. Sadari bahwa hidup bukan perlombaan dan coba lakukan relaksasi saat weekend. (dan/ian)






