Kediri (beritajatim.com) – Seorang warganet curhat hampir menjadi korban palak di jalanan Kota Kediri.
Curhat warganet ini viral di media sosial, setelah diunggah oleh akun Instagram @infokediriraya.
Dalam unggahan tersebut, seorang warga yang mengaku bernama Hadni dengan akun @halloorosianaa_ berita tentang insiden yang dialaminya di belakang RSUD Gamburan Kota Kediri.
BACA JUGA : Disdik Kediri Gelar Sarasehan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Waktu itu, korban pulang dari tempat bekerja. Dia hampir menjadi korban pemalakang di jalan. Lokasi tepatnya di depan Kafe Cafeku yang ada di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Peristiwa diceritakan korban, sehabis magrib. Dia didatangi oleh pengendara sepeda motor yang langsung meminta paksa uang dan rokok.
“Hallo min…. mau share pengalaman aku semalem kena BEGAL di jl blakang RS GAMBIRAN 2 sampai SMPN 5 KEDIRI.. ati2 banget kalo lewat sana apalagi habis magrib, kemaren AQ plang kerja lewat sana sampai depan Cafe “CAFEKU ” tbtb di Pepet sama orang pake mtor yg lampu nya mati . AQ pkir orange MW bareng soalnya lampunya dia mati.. trnyata AQ denger dia teriak sambil mepet ngomong Cok njalok dweete, njalok rokok mandeko, kaget AQ lgsung tancap gass,” tulis korban.
BACA JUGA : Askot PSSI Kota Kediri Ajukan Tuan Rumah Pra Porprov Jatim 2023
Untung saja, ada kendaraan lain di belakang korban yang sedang melintas. Akhirnya pelaku yang belum berhasil meminta paksa uang dan rokok korban, langsung kabur.
“Sampek pertigaan SMP 5 tetp di ikut in Sampek ada mobil dibelakangku yang klakson?, akhirnya orang yang ikutin aku belok atau puter balik aku gatau pokok wes Ndak ada tak liat,” sambungnya.
Korban juga membeberkan ciri-ciri pelaku antara lain, menaiki sepeda motor Honda Beat berwarna putih. Pelaku mengenakan helm berwarna hijau.
Dalam unggahannya, akun Info Kediri Raya membandingkan curhatan warganet tersebut dengan kasus yang pernah terjadi sebelumnya. Cerita yang dibagikan oleh akun @fitriarahmaa_ mengaku, mengalami pembegalan di jalan dekat KUD Ngletih Kediri, pada awal bulan April yang lalu.
BACA JUGA : Wali Kota Kediri Peringati Hardiknas Bersama Siswa-siswi SDN Balowerti I
“Apakah pelaku sama dengan kejadian sebelum ya (slide kedua),” tulis Info Kediri Raya dalam caption di slide berikutnya.
Terkait curhatan warganet yang mengaku menjadi korban pembegalan ini, Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra langsung menanggapi. Seketika, Kapolres menerjunkan tim Satreskrim Polres Kediri untuk menindaklanjuti.
“Tim Resmob segera saya turunkan,” kata Teddy, Rabu (3/5/2023). Selain itu, Kapolres juga akan mengintensifkan patroli di daerah rawan, khususnya pada jam-jam tertentu untuk mengantisipasi hal serupa terjadi.
“Giat patroli di daerah-daerah rawan gangguan pada jam-jam rawan akan diperketat,” tutupnya. [nm/ted]






