Surabaya (beritajatim.com) – Viral video pemuda Tambak Wedi mengkritik ribetnya pengurusan mutasi kendaraan di Samsat Surabaya. Video yang dibuat oleh Arvian Fahmi alumni Universitas 17 Agustus (Untag) itu telah dilihat ratusan ribu orang dan mendapatkan ribuan komentar.
Ditemui Beritajatim, Arvian Fahmi menjelaskan pengalaman pertamanya mengurus mutasi kendaraan Honda Scoopy miliknya di Samsat Manyar, Kamis (10/08/2023). Ia datang sebelum pintu loket pendaftaran dibuka. Hal itu dilakukan karena mengantisipasi antrian panjang. Tepat pukul 8 pagi, ia melakukan pendaftaran dan langsung melakukan cek fisik. “Di loket pendaftaran sama cek fisik ini ya antri biasa. Cenderung cepat kok mas,” ujar Arvian, Selasa (15/08/2023).
Menurut Arvian, permasalahan layanan mulai ia rasakan saat di loket administratif. Ia mengatakan, jika BPKB motornya tahun 2018 tidak terdata dan harus pergi ke Polda Jawa Timur untuk mendapatkan legalisir berkasnya. Disini, ia heran karena di era digital, pihak kepolisian masih menggunakan cara manual.
“Di era digital ini kan kalau mau ini benar atau enggak kan harusnya bisa secara otomatis. Sehingga tidak pakai cara manual yang menyusahkan masyarakat,” imbuh Arvian.
Saat berada di gedung lantas Polda Jawa Timur, ia juga menemukan ada disabilitas dan lansia yang kesusahan untuk naik ke lantai 3 tempat pengurusan berkas. Ia juga sempat membantu lansia dan disabilitas untuk menguruskan berkasnya. Sesampainya di tempat pemberkasan, ia mendapati ada beberapa orang yang menyela antrian.
“Ya ini masukan kepada Polda Jawa Timur untuk lebih memperhatikan disabilitas dan lansia. Saya yakin ketika kritikan itu direspon, polisi kedepannya akan semakin baik,” tutur Arvian.
Arvian menegaskan bahwa video kritikannya dibuat agar instansi kepolisian terus berbenah diri dalam melayani masyarakat. Ia tidak mempunyai niat untuk menjelekan dan menghasut agar masyarakat membenci instansi polisi. (ang/kun)
BACA JUGA: Tanah Fasum di Medokan Ayu Surabaya Jadi Sengketa






