Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tanpa Alasan Jelas, Remaja Jombang Dianiaya di Tepi Jalan

Dua pelaku penganiayaan saat berada di Polsek Jombang

Jombang (beritajatim.com) – Sungguh malang nasib Dony Pradana Firmansyah (22) warga Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang. Tanpa alasan yang jelas, dia dianiaya oleh dua orang di tepi jalan, yakni di Jl Kusuma Bangsa (jembatan dekat SMK Dwija Bhakti).

Kapolsek Jombang AKP Bambang Setyobudi menjelaskan, penganiayaan itu bermula ketika korban baru saja dari sentral kuliner di Jl dr Sutomo Jombang, Sabtu (14/5/2022) malam. Dony naik motor berboncengan dengan Dhea Armanda (20) warga Desa Pengampon, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

Saat berada di jembatan tepatnya di samping SMK Dwija Bhakti, tiba-tiba dihentikan oleh 3 orang laki-laki yang tidak dikenal. Mereka mengendarai motor honda beat warna merah putih. Tentu saja, terjadi adu mulut.
Sejurus kemudian, dua dari 3 orang tak dikenal itu menganiaya korban. Penganiayaan itu berhenti ketika ada warga sekitar yang melerai.

“Setelah menghajar korban, pelaku kabur ke arah utara. Namun, kurang lebih 10 menit kemudian, ketiga orang itu kembali ke tempat kejadian dan menantang korban, namun korban tidak menghiraukan,” kata Kapolsek Jombang AKP Bambang Setyobudi, Rabu (18/5/2022).

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polsek setempat. Dari laporan itu, korps berseragam coklat melakukan penyelidikan. Setelah bukti mencukupi, polisi membekuk dua orang yang diduga sebagai pelaku. Mereka adalah Arjun Aldo Firmansyah (21) dan Edi Sri Widura (20). Keduanya warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

“Kedua pelaku ditangkap pada Senin (16/5/2022) sekira pukul 23.00 Wib di depan alfamart, Perum Citra Raya, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Jombang,” kata Bambang sembari mengatakan kedua tersangka dijerat pasal 170 ayat (1), ayat (2) ke 1e KUHP tentang tindak pidana kekerasan secara bersama-sama atau pengeroyokan, ancamannya lima tahun penjara. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar