Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Satpam Pengadilan Negeri Kepanjen Curi Uang Buat Bayar Kontrakan

Malang (beritajatim.com) – Hilangnya sejumlah uang di Kantor Pengadilan Negeri Kepanjen Kelas 1B, Kabupaten Malang, akhirnya terungkap. Pelaku pencurian di lembaga pengadil itu diketahui justru seorang penjaga keamanan alias Satpam berinisial EG.

Humas Pengadilan Negeri Kepanjen Kelas 1B, Aulia Reza Utama membenarkan kejadian ini. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian saat olah TKP dan rekaman CCTV, pelaku yang diduga mengambil uang tersebut mengerucut pada EG yang menjabat sebagai satpam. “Pelaku ini beraksi ketika hari Sabtu (15/1/2022), tepat ketika ia sedang piket,” ungkapnya, Kamis (3/1/2022).

Nilai uang yang diambilnya mencapai Rp 10 juta, di salah satu ruang tempat penyimpanan uang. Kata Reza, ruang tempat penyimpanan uang tersebut kebetulan tidak terkunci.

Selain itu, pelaku juga diduga telah hafal dengan tempat penyimpanan uang tersebut. Sebab pihaknya telah bekerja di Pengadilan Negeri Kepanjen Kelas 1B sejak tahun 2005 lalu. “Menurut pengakuan pelaku, ia nekat mengambil uang untuk kebutuhan membayar kontrakan rumahnya,” beber Reza.

Reza menyebut secara institusi, Pengadilan Negeri Kepanjen Kelas 1B telah memaafkan pelaku. Sebab, uang hasil curiannya juga telah dikembalikan oleh pelaku. “Tapi proses hukum tetap harus berjalan, dan kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Bara’langi saat ditanya terkait kasus tersebut tidak berkomentar banyak. Menurutnya kasus tersebut masih proses penyelidikan. “Masih lidik, Mas,” singkatnya melalui pesan singkat.

Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Negeri Kepanjen Kelas 1B kehilangan sejumlah uang. Uang tersebut merupakan uang simpanan koperasi Pengadilan Negeri Kepanjen yang berasal dari angsuran pinjaman pegawai.

Awal mula hilangnya uang tersebut diketahui saat penanggungjawab koperasi waktunya laporan pada 17 Januari 2022 lalu. Saat itulah, pihak Pengadilan Negeri mengetahui adanya selisih angka dalam catatan keuangan dengan nilai uang yang disetorkan.

Pasca itu, pihak Pengadilan Negeri Kepanjen Kelas B1 meminta bantuan pihak kepolisian untuk menyelidiki kemana hilangnya uang tersebut. Sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV dan berkas administrasi dibawa pihak kepolisian untuk kebutuhan penyelidikan. (yog/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar