Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Sambil Nangis dan Cium Kaki Ibunya, Nurhuda Akui Bunuh Shinchuan

Sulis dan istrinya Mia di rumah sebelum berjualan

Surabaya (beritajatim.com) – Kasih Ibu sepanjang masa. Mungkin peribahasa tersebut mampu menggambarkan rasa sayang Sulis (50) ibu kandung dari Nurhuda (31) yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya, Sabtu, (19/02/2022) dalam kasus pembunuhan Shinchuan, juragan galon di Manukan Tama yang tewas bersimbah darah Januari lalu.

Kepada beritajatim, Sulis menceritakan, 3 hari sebelum ditangkap polisi ia memiliki firasat dan melihat gelagat aneh pada anak pertamanya tersebut. Ia tak mampu mendeskripsikan keanehan anaknya ketika ditanya oleh Beritajatim, Rabu, (23/02/2022) di warung pecel miliknya. Tetapi, keanehan itu terlihat jelas sehingga ia bertanya kepada anaknya apa yang dipikirkan anaknya saat itu.

“Saya nanya, kamu kenapa? Dia jawab gaada apa-apa. Karena saya yang melahirkan dia, saya bilang. Kamu narkoba? Togel? Apa ngebunuh orang? Nak, apapun kesalahanmu, kamu tetap anakku. Tapi tolong, jangan bohong sama ibu, kalo kamu bohong kamu durhaka,” ujar Sulis dengan mengelap air mata yang menetes di pipinya.


Usai ditanya seperti itu, Nurhuda langsung meminta maaf kepada ibunya dan menangis dengan sujud di kaki ibunya. Ia mengakui mempunyai kesalahan, tetapi tak menyebutkan jika dirinya membunuh Shinchuan. Saat itu, Sulis hanya bisa terdiam dan memeluk anaknya. Perasaannya saat itu bercampur aduk. Ia pun hanya bisa memeluk putranya dan tidak melanjutkan pertanyaannya.

Warung Pecel milik Sulis, ibunda dari Nurhuda, tersangka pembunuhan Shinchuan

Usai kejadian tersebut, pada tanggal 18 Februari 2022, polisi datang ke rumah Nurhuda. Saat itu, Sulis sedang duduk di kasur menyiapkan bahan-bahan untuk berjualan pecel. Ia mengira bahwa polisi yang datang adalah teman dari Huda. Karena, putera pertamanya tersebut tampak tenang dan tidak kabur.

“Saya masih ingat, polisi nanya, Kamu Nurhuda ? Anak saya jawab iya. Terus disuruh ikut ke Polsek Tandes. Anak saya tenang sekali sama bilang ayo pak ke polsek,” imbuhnya.

Sulis hampir tidak bisa melanjutkan ceritanya kepada Beritajatim, ia menangis mengingat kejadian tersebut. Sekitar 5 menit, Sulis menceritakan kembali yang terjadi kepada anaknya. Ia menyebut, sehari sebelum Shuncuan ditemukan tewas, anaknya memang pergi tanpa pamit pada pukul 10.00 WIB pagi. Ia lalu kembali ke rumah usai Sholat subuh pada jam 05.30 WIB hari Sabtu. Saat itu, ia melihat anaknya sedang tertidur dalam kondisi tengkurap di ruang tamu. Ia pun menyuruh Huda untuk berbelanja daging di pasar untuk persiapan berjualan.

“Usai kejadian itu anak saya belanja di pasar seperti biasa, trus usai belanja sempat pamit ke toko Shinchuan itu katanya ada perampokan ya ke lokasi Huda itu,” kata Sulis dengan suara yang serak.

Ditanya soal anaknya berubah pasca kejadian membunuh Shinchuan, Sulis mengatakan tidak ada yang berubah. Bahkan, jaket yang ia gunakan untuk mengeksekusi juragan galon tersebut digunakan seperti biasa. Ia pun menepis informasi yang beredar bahwa anaknya menerima uang usai membunuh Shinchuan.

“Gaada yang berubah mas, ya tetap jaga warung disini. Tetap belanja ya pake jaket itu pake motor yang disita sama Polrestabes itu. Kalo uang ? Gaada mas. Kalo anak saya terima uang besar saya pasti tahu,” tegasnya.

Sulis menjelaskan, jika setiap malam ia akan memeriksa dompet anaknya untuk melihat apakah anaknya mempunyai uang untuk belanja istri. Jika melihat dompetnya kosong, maka ia akan mengisi uang hasil jualan ke dompet anaknya. Sulis mengaku melakukan hal tersebut usai anaknya tidak bekerja pada Oktober 2021 hingga ia tertangkap oleh polisi.

“Anak saya baik, berbakti. Saya suruh apapun mau. Bahkan, anak saya memang punya keterbatasan pikiran, dia sedikit tuli dan kalo ngomong gagu tapi kalo ada masalah semua cerita ke saya. Istrinya itu kadang ga diceritain malah ceritanya ke saya,” kata Sulis.

Kini, ia hanya berharap anaknya bertanggung jawab dengan apa yang diperbuat. Tetapi, ia meyakini bahwa anaknya tidak mempunyai niat untuk membunuh Shincuan, ia menduga ada pihak yang memaksa dan mempengaruhi Huda untuk melakukan aksi keji tersebut. Ia berharap polisi segera menemukan Andre yang dipercaya mempengaruhi anaknya.

“Kalo anaknya niat ngebunuh, 35 hari ia akan kabur keluar kota. Ini enggak, anaknya dirumah tetap bantu saya, tetap menggunakan sweater dan motor saya. Ia hidup seperti ndak ada apa-apa tetap bantu saya masak dan jaga sepeda motor,” pungkasnya. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev