Hukum & Kriminal

Dikendalikan Bandar dalam Lapas

Polsek Wagir Tangkap Kurir 58 Ribu Pil Koplo

Polsek Wagir meringkus pemilik narkotika jenis pil koplo. Tersangka atas nama M.Zeri (32), warga Jalan Gadang IX, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang,

Malang (beritajatim.com) – Polsek Wagir meringkus pemilik narkotika jenis pil koplo. Tersangka atas nama M.Zeri (32), warga Jalan Gadang IX, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, disergap petugas pada Selasa (29/1/2019) dini hari.

Dari tangan Zeri, Polisi mendapati barang bukti berupa 58 ribu pil koplo.

Petugas menangkap Zeri di rumah kontrakan Dusun Buwek, Desa Sitirejo, Wagir. Ketika diringkus, tersangka sedang mengemas narkotika untuk dikirim kepada pembeli.

Barang bukti yang diamankan, yakni empat poket sabu-sabu (SS) seberat 12,73 gram, tiga poket ganja seberat 96,77 gram, serta 58 ribu butir pil koplo jenis dobel L.

“Kami masih mengembangkan kasusnya. Karena tersangka merupakan jaringan narkotika yang cukup besar, dengan jumlah barang bukti yang cukup banyak,” tegas Kapolsek Wagir, AKP Mey Suryaningsih, Selasa (29/1/2019) siang.

Diketahui, peredaran barang haram ini, dikendalikan oleh seorang nara pidana (Napi) di LP Sidoarjo.

Hal ini terungkap dari pengakuan Zeri, jika dirinya hanyalah seorang kurir.

“Saya hanya kurir untuk mengambil dan mengantarkan barang saja. Caranya dengan cara sistem ranjau,” ujar tersangka Moch Zeri.

Tersangka mengaku kalau barang haram pil koplo jenis dobel L, ganja dan sabu-sabu berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Yakni dari Surabaya, Mojokerto, Probolinggo dan Sidoarjo.

Dia mengambil barang atas perintah dari seorang bandar, yang mendekam di LP Sidoarjo. Sekali pengambilan tersangka mendapat upah Rp 500 ribu serta 2 gram sabu-sabu.

“Dari mana barangnya dan dikirimi dimana, semua atas petunjuk atasan saya (bandar, red). Kami komunikasinya lewat telepon. Biasanya pengambilan barang dua minggu sekali, dengan cara ranjau,” tutur bapak satu anak ini.

Setelah barang diambil, kemudian barang haram tersebut dikemas menjadi beberapa bagian. Kemudian dikirim kepada pembeli dengan cara ranjau. Pengiriman barang berdasarkan petunjuk dari bandar. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar