Hukum & Kriminal

Pernah Ditiduri, Gadis Cantik Ini Pilih Kumpul Pacar di Penjara daripada Bebas

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya saat menanyai sepasang kekasih yang terjerat narkoba di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (25/10/2020). (Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Ada yang unik dalam pengungkapan kasus narkoba di Polrestabes Surabaya, Minggu (25/10/2020). Dari delapan tersangka satu jaringan narkoba, dua di antaranya merupakan sepasang kekasih belia. Yakni Gadis (20) dan Pandu (23) warga Semampir, Surabaya. Keduanya menjalin hubungan mesra sebagai pacar dan sudah tinggal seatap di kos.

Tak hanya melakukan layaknya orang dewasa, mereka juga sepakat sama-sama mau memakai narkoba. Bahkan narkoba jenis sabu mereka konsumsi biasanya sebelum beradekan dewasa layaknya pasutri.

Sembari merunduk dan menutup wajahnya, Gadis awalnya mengaku tak bersalah dan tak terlibat. Hanya saja usai diminta melaporkan ke Propam Polri oleh Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian ia pun mengaku jika mengonsumsi sabu. Bahkan saat diminta memilih, bebas ataukah sama pacar pakai narkoba dalam penjara, ia memilih pacarnya.

“Iya saya juga pakai sabu sama pacar saya. Ya kalau disuruh milih, saya pilih Pandu (pacarnya.red). Ya pakai buat gitu,” cetusnya kepada jurnalis saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya bersama tujuh pelaku lain.

Selain kedua pasangan tersebut, petugas juga mengamankan enam pelaku lain yakni GD (45) Diwek, Jombang, Yantik (32), Zakaria (50), dan tiga pelaku lain yang merupakan residivis kasus narkoba.

AKBP Memo, Satreskoba Polrestabes Surabaya mengungkap, jaringan bandar narkoba di Jombang. Dari hasil pembongkaran itu, total 8,8 kilogram sabu dan 17.758 butir pil happy five serta ribuan pil LL.

Perwira melati dua in juga menjelaskan bahwa salah satu pengungkapan ini berasal dari sepasang kekasih, Pandu (25) dan Gadis (25) pada Agustus 2020. Pandu merupakan kurir sabu yang biasanya bertugas melakukan ranjau di wilayah Surabaya. Sementara Gadis bertugas untuk membantunya.

“Kami kembangkan lalu mengarah pada tersangka Yatiek, warga Manukan dengan barang bukti 1,5 kilogram,” ujar Memo.

Kemudian kasus ini dikembangkan dan mendapatkan total 8,8 kg sabu dan 17 ribul pil H5. Mereka akan dijerat dengan pasal 114, 112 tentang tindak pidana penyalahginaan narkotika. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar