Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Penipuan Berkedok Rekrutmen sebagai Guru PNS

Foto ilustrasi.

Sidoarjo (beritajatim.com) – EWS (27) seorang guru asal Desa Buduran, Kecamatan Buduran, menjadi korban penipuan dengan modus rekrutmen PNS. Total nominal, EMW sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 150 juta yang diminta oleh pelaku M (62) warga Babat Jerawat, Pakal, Surabaya

Informasi yang dihimpun beritajatim.com menyebutkan, kasus itu menimpa EMW pada pertengahan Agustus tahun 2020 lalu. Saat itu EMW ditawari dan diiming-imingi menjadi PNS di salah satu SMK Negeri di Sidoarjo lewat jalur khusus oleh pelaku.

M berjanji bisa memasukkan EMW sebagai PNS asalkan bersedia membayar sejumlah uang sebagai syarat awal. Karena tergiur bujuk rayu M, akhirnya EMW membayar Rp.75.000.000 sebagai uang muka.

Setelah EMW memberikan uang tersebut, M berjanji pada awal tahun 2021, EMW sudah menjabat dengan status sebagai PNS. Namun hal itu tak terwujud lantaran pelaku berkilah adanya situasi pandemi Covid-19.

Meski belum menepati janjinya, pelaku masih meminta sisa uang yang belum terbayarkan. Pada pertengahan bulan November 2020, korban kembali menyerahkan sisa uang sebesar Rp 25 juta, dan bulan Maret 2021 sebesar Rp 50 juta.

Hingga awal tahun 2022, korban masih belum mendapatkan kabar baik dari pelaku. Nahasnya lagi, korban sempat dihubungi untuk ikut interview bersama Kepala BIN di Jakarta untuk dimasukkan menjadi pegawai di Pelni.

Lagi-lagi korban kembali dimintai uang sebesar Rp 15 juta untuk biaya tambahannya. Sadar merasa dibodohi dan pelaku menghilang tak ada kabar, korban membawa kasusnya ke Polresta Sidoarjo.

Kasubsi PIDM Humas Polresta Sidoarjo Ipti Tri Novi Handono membenarkan laporan korban atas kasus penipuan berkedok rekrutmen PNS. “Benar laporan sudah masuk. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan petugas kepolisian,” katanya Senin (9/5/2022). [isa/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar