Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Pengasuh Ponpes Ditetapkan Tersangka, Kejari Kabupaten Mojokerto Terima SPDP

Kasi Pidum Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pengasuh pondok pesantren berinisial AM (52) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap santriwati. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polres Mojokerto.

Penetapan tersangka itu setelah penyidik Polres Mojokerto melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap terlapor pasca laporan dari kuasa korban pada Jumat (15/10/2021) pekan lalu. Hal itu juga dibuktikan dengan SPDP yang dikirim Polres Mojokerto kepada Kejari Kabupaten Mojokerto.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko membenarkan, pihaknya telah menerima SPDP dari Polres Mojokerto pada, Selasa (19/10/2021) kemarin. “SPDP sudah diterima Kejaksaan pada hari Selasa kemarin. SPDP tersebut telah atau sudah atas nama tersangka (AM, red),” ungkapnya, Rabu (20/10/2021).

AM diperiksa selama dua hari oleh tim penyidik Polres Mojokerto pasca kuasa hukum korban melaporkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto pada, Jumat (17/10/2021) pelaku lalu. Senin (18/10/2021), AM diperiksa sebagai terlapor.

Pada hari berikutnya, Selasa (19/10/2021), AM diperiksa sebagai tersangka. AM disangka dengan pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar