Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Pabrik Bodong Milik Juragan99 Corp Ngendon di Polres Pasuruan

Pasuruan (beritajatim.com) – Pelanggaran perizinan yang dilakukan oleh pabrik bodong PT Kosmetika Global Printing and Packaging disinyalir ngendon di penyidik Polres Pasuruan. Hal ini dibuktikannya dengan berkas perkara yang dilimpahkan Satpol PP Kabupaten Pasuruan bulan lalu belum juga dilimpahkan di Pengadilan Negri (PN) Bangil.

Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Kesatuan Aksi untuk Transparasi Penegakan Perda (Keranda), mendesak Polres Pasuruan menindak pelanggaran tindak pidana lingkungan terhadap pabrik bodong yang bernaung dibawah bendera Juragan99 Corp. Gabungan aktivis NGO ini juga meminta Mabes Polri dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengawasi proses hukum yang tengah berjalan di Polres Pasuruan.

Koordinator Keranda, Lujeng Sudarto menyatakan, tidak segera dilakukan tindakkan penegakkan hukum menjadi preseden buruk yang berpotensi untuk terjadinya pelanggaran-pelanggaran serupa dalam kegiatan ekonomi, investasi dan dunia usaha lainnya di Kabupaten Pasuruan. Apalagi meski telah ditutup Satpol PP, perusahaan tersebut tetap melakukan kegiatan produksi.

“Ini menjadi bukti bahwa PT Kosmetika Global Printing and Packing sangat tidak menghargai marwah kehadiran negara dalam penegakan peraturan. Jika terus dibiarkan, akan menjadi preseden buruk bagi dunia investasi di Kabupaten Pasuruan,” kata Lujeng Sudarto usai menyerahkan laporan pengaduan ke Polres Pasuruan.

Atas pelanggaran tersebut, pihaknya mendesak penyidik Polres Pasuruan melakukan tindakkan pro justitia sebagaimana diatur dalam UU Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. Hal ini berbanding terbalik dengan gencarnya pemanggilan dan pemeriksaan pengusaha tanah kavling kelas teri oleh Polda Jatim yang dianggap melanggar tata ruang.

Sementara itu, Ipda Samsul Arifin, Kanit Tipidek (Tindak Pidana Ekonomi) Satreskrim Polres Pasuruan menyatakan akan menindaklanjuti dan mengkaji dugaan pelanggaran pidana lingkungan PT Kosmetika Global Printing and Packinging. Menurutnya, berkas limpahan dari Satpol PP Kabupaten Pasuruan tengah dalam proses pembebasan.

“Kami akan melakukan klarifikasi dan meminta keterangan dari pihak terkait untuk memastikan pelanggaran perizinan. Kami juga akan kroscek ke TKP untuk melihat apakah perusahaan masih berproduksi. Terkait pelanggaran tata ruang kami juga akan tindak lanjuti,” kata Ipda Samsul Arifin. (ada/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar