Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Marak Penjual Migor Secara Online, Kapolres Probolinggo: ‘Kita Akan Cek’

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi

Probolinggo (beritajatim.com) – Ditengah langkanya minyak goreng di Indonesia, banyak bermunculan oknum-oknum yang menjual minyak goreng via online. Polres Probolinggo akan melakukan pengecekan terhadap hal tersebut.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap maraknya oknum yang menjual minyal goreng via online.

Menurut Kapolres, jika hal tersebut masuk kedalam kategori penimbunan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

“Terkait yang online (jualan minyak goreng online) nanti kita akan cek, itu masuk kategori penimbunan atau tidak, selama dalam jalur batasan stok opnam untuk pendistribusian saya rasa tidak ada masalah,” ujar Arsya.

Arsya menjelasakan, jika toko dengan pelayanan mandiri, memang mengalami keterlambatan stok minyak goreng, karena menunggu pengiriman dari pusat. “Untuk ritel modern, karena dia menunggu pengiriman dari pusat, mungkin jadinya agak terlambat,” jelasnya.

Dan sedangkan untuk minyak curah, sebelum pemerintah memberlakukan harga eceran tertinggi (HET) menjadi Rp. 11 ribu per liter, di pasar masyarakat sudah membeli dengan harga Rp. 18 ribu per liter. “Jika harus dijual Rp. 11 ribu per liter, dia kan rugi tujuh ribu per liter, itu mungkin penyebab mereka menahan barang, menunggu harga eceran tertinggi ini dicabut atau tidak,” ucapnya. (tr/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar