Hukum & Kriminal

Belum Kembalikan Uang Nasabah Rp 5 Miliar

Mantan Direktur Prima Bank Jadi Tersangka

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera

Surabaya (beritajatim.com) – Nasib PT Prima Master Bank (PMB) benar-benar di ujung tanduk. Betapa tidak, setelah dihukum Pengadilan Negeri (PN) Surabaya wajib mengganti uang nasabah Rp 5 miliar milik Anugerah Yudo Witjaksono beserta bunga dan denda, kini mantan Direktur Komersial PT PMB yakni Agus Tranggono Prawoto ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Jatim.

” Iya benar, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (8/7/2019).

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup atas dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilalukan tersangka yakni memindahkan uang milik nasabahnya yakni Anugerah Yudo Witjaksono sebesar Rp 5 miliar.

Perlu diketahui, persoalan antara Anugrah Yudo Witjaksono melawan PT Prima Master Bank berawal dari pemindahan uangnya dari rekening giro ke tabungan master plus. Pada 3 April 2018, Yudo meminta customer service Bank Prima Master memindahkan uangnya Rp 3 miliar dan pada 17 April 2018 sebesar Rp 2 miliar.

Namun selang satu hari yakni 18 April 2018 pada saat Yudo mencoba melakukan pengecekan tabungannya di rekening master plus, ternyata dia tidak menemukan adanya pencatatan dana masuk dari rekening gironya tersebut.

Anehnya, pada saat Prima Master Bank dikonfirmasi ternyata uang itu tidak dimasukkan ke rekening Yudo, melainkan ke rekening orang lain, padahal Yudo memegang bukti setoran untuk pemindahbukuan tersebut.

“Alasannya, mereka (Bank Prima) bilang tidak masuk. Padahal bukti setoran ada. Tapi, uang itu tidak dimasukkan ke rekening Pak Yudo, melainkan ke rekening orang lain,” ujar Sahid salah satu penasehat hukum Anugrah Yudo Witjaksono.

Nah, setelah ditelusuri tambah Sahid, ternyata terjadi transaksi penarikan yang dilakukan pihak bank tanpa sepengetahuan Yudo. Uang itu diduga dialihkan ke rekening sejumlah nasabah di Bank Prima Cabang Semarang. Tujuannya, untuk menutupi keuangan di bank itu karena banyak uang yang dikreditkan tidak kembali.

Sementara Yudho selaku korban dalam kasus ini menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada itikad baik dari pihak PT PMB, padahal dirinya selaku pemilik dana sangat membutuhkan dana tersebut untuk membiayai usaha dan kehidupan keluarganya. [uci/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar