Hukum & Kriminal

Korupsi Pengadaan Kedelai Senilai Rp 1,3 Miliar, Wanda Kristina Dihukum 1 Tahun

Surabaya (beritajatim.com) – Wanda Kristina, terdakwa kasus korupsi pengadaan kedelai Kementrian Pertanian senilai Rp 1,3 miliar dihukum pidana penjara selama satu tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Kamis (1/7/2019).

Dalam amar putusan Dede Suryaman selaku ketua majelis hakim disebutkan jika Terdakwa Winda juga diwajibkan membayar denda Rp 50 juta, subsider 2 bulan kurungan.

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan penyalahgunaan jabatan yang menguntungkan diri sendiri, sebagaimana diatur dalam pasal 3 UU No 20 Tahun 2001 atas perubahan UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” ujar hakim Dede Suryaman dalam amar putusannya.

Vonis yang dijatuhkan ke terdakwa Wanda Kristina ini lebih rendah dari tuntutan jaksa, yang sebelumnya menjatuhkan tuntutan 4,6 tahun penjara.

“Kami banding majelis,”ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bagus Priyo Ahyudo saat ditanya tanggapan oleh hakim Dede Suryaman terkait putusan.

Untuk diketahui, Kasus ini diungkap oleh Kejari Ponorogo yang menemukan penyimpangan program pengadaan benih oleh Kementrian Pertanian untuk kelompok tani disekitar lahan Perhutani Ponorogo.

Wanda Kristina ditunjuk oleh Dinas Pertanian Jatim sebagai vendor dalam perluasan penanaman lahan kedelai. Program ini ditujukan untuk 72 kelompok tani. Dana Rp 3,98 miliar dikucurkan untuk memenuhi benih kedelai, pupuk serta saprodi petani. Namun dana sebesar itu masuk ke rekening pribadi. Dari kesepakatan 160 ton benih kedelak, terdakwa hanya mengirim 58 ton saja. [uci/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar