Hukum & Kriminal

Kapolres Jember: Saya Tidak Mengerti, Saking Bencinya, Tugu Dihancurkan

Kapolres AKBP Arif Rachman Arifin dan Wabup Jember Firjaun Barlaman

Jember (beritajatim.com) – Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Arif Rachman Arifin heran dengan besarnya kebencian di antara sesama warga yang berkembang akhir-akhir ini, terutama di antara anggota perguruan silat yang berbeda.

“Saking bencinya, tugunya orang (tugu perguruan silat) sampai dihancurkan. Saya tidak mengerti juga. Saya tidak tahu sampai seperti apa kebencian yang tertanam. Terakhir kasus di Kecamatan Ambulu, ternyata ada provokasi, sampai yang memicu tindakan dalam satu perguruan yang menurut saya tidak pantas,” kata Arif, dalam rapat dengar pendapat membahas situasi keamanan dan ketertiban di gedung DPRD Jember, Kamis (27/5/2021).

Padahal, lanjut Arif, populasi umat Islam di Jember 95 persen, dan hampir dua pertiganya adalah warga NU. “Berarti semua organisasi di Jember seharusnya satu saudara, satu organisasi besar. Tapi kita harus sadari kebencian di antara kita warga Jember sangat besar,” katanya.

Arif mengatakan, semua pihak punya tanggung jawab besar untuk menekan kebencian yang timbul. “Kalau ini semakin berkembang, kondisi semakin tidak baik. Tiga tahun ke depan sudah masuk era politik dan otomatis rasa yang ditimbulkan pada 2018-2019 kemarin akan ditimbulkan kembali,” katanya.

Arif menilai, pembelahan preferensi politik masyarakat yang ditunjukkan dengan adanya julukan ‘cebong’ dan ‘kampret’ masih terjadi hingga sekarang. Inilah yang diwaspadai muncul lagi pada Pemilu 2024. “Kita satu masjid, ketika salat jamaah iya. Tapi ketika di grup (WhatsApp) sudah saling singgung,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar