Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kapolda Jatim: Kasus Narkoba di Madura Tertinggi di Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta

Bangkalan (beritajatim.com) – Ungkap kasus tentang narkoba dari pulau Madura cukup tinggi.

Hal ini membuat Kapolda bersama Gubernur Jatim mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen melakukan pemberantasan narkoba dengan membuat deklarasi Madura tanpa Narkoba di Gedung Pertemuan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Kamis (19/5/2022).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan tingginya penggunaan narkoba berdampak pada produktivitas masyarakat. Menurutnya banyak dampak buruk yang timbul akibat penyalahgunaan barang haram itu.

“Bukan hanya menjadi tidak produktif namun juga merusak tubuh dan perilaku,” tuturnya.

Kerusakan tersebut tak hanya akan berdampak pada pengguna saja, namun juga lingkungan sekitar. Terlebih keluarga. Sehingga, ia mengajak seluruh elemen untuk memerangi narkoba guna menyelamatkan anak bangsa.

“Generasi bangsa butuh kita untuk melindungi dari ancaman bahaya narkoba. Maka kita semua wajib memerangi demi menyelamatkan generasi penerus,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta mengatakan sejak awal tahun 2022 sebanyak 143 kasus narkoba berhasil diungkap di Jawa Timur. Artinya, kasus penyalahgunaan narkoba cukup tinggi dibandingkan daerah lain.

“Itu jumlah periode Januari hingga April 2022 yang berhasil kami ungkap,” tuturnya.

Ia menyebutkan, usai deklarasi itu dilakukan, pihaknya akan membentuk satuan tugas pemberantasan narkoba di wilayah hukumnya. Hal ini diharapkan dapat membasmi penyalahgunaan narkoba dari pucuk hingga akar.

“Banyak stakeholder yang memiliki power untuk melakukan pemberantasan. Sehingga akan kami bentuk satgas yang terdiri dari stakeholder tersebut agar kekuatan pemberantasan narkoba semakin kuat dan Jatim bebas narkoba,” imbuhnya.[sar/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar