Hukum & Kriminal

Jaksa Gadungan yang 4 Bulan Menginap di Hotel Tak Bayar Itu Dituntut 3 Tahun

Terdakwa Abdussamad, penipu yang mengaku sebagai jaksa, dalam persidangan yang digelar di ruang Candra, Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (3/6/2021).

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Furkon Adi Hermawan menuntut pidana penjara selama tiga tahun kepada terdakwa Abdussamad, Kamis (3/6/2021). Abdussamad adalah Terdakwa yang menginap di hotel berbintang di Surabaya tanpa membayar, dia menyaru sebagai Jaksa dan menyatakan pada manajemen bahwa yang membayar biaya hotel adalah Negara.

Dalam tuntutannya, JPU Furkon menyatakan Terdakwa terbukti melakukan sejumlah penipuan pada korban yang dijanjikan akan dimasukkan sebagai sipir di Kemenkumham. “Menjatuhkan tuntutan sesuai dengan pasal 378 KUHP, karena terdakwa telah memenuhi segala unsur di dalamnya selama 3 tahun penjara dikurangi selama terdakwa ditangkap dan ditahan,” ujar Jaksa Furkon.

Adapun hal yang memberatkan terdakwa adalah perbuatannya telah mencoreng nama baik Kejaksaan Republik Indonesia. Terdakwa juga membuat kedua korbannya Deni Alam Kusuma dan Muhammad Dandi Prasetiyo mengalami kerugian materiil masing masing Rp 270 juta dan Rp 500 juta.

Abdussamad juga tidak ada itikad baik untuk mengembalikan kerugian materiil kedua korbannya. Hal yang meringankan terdakwa adalah ia tidak pernah dihukum, terdakwa mengakui perbuatannnya, dan tidak berbelit belit selama persidangan.

Diketahui sebelumnya, Abdussamad telah menipu Deni dan Dandi dengan mengaku sebagai seorang petinggi dari Kejaksaan. Ia meyakinkan keduanya dengan berpakaian dan mempunyai peralatan lengkap seperti seorang jaksa.

Hal itu dilakukan untuk meyakinkan korbannya. Deni yang terpikat dengan bujuk rayu sang jaksa gadungan, akhirnya menyerahkan uang sejumlah Rp 270 juta. Namun, hingga kini dirinya tidak pernah mendapat apa yang telah dijanjikan terdakwa.

Hal yang sama juga dilakukan kepada Dandi. Saat itu Dandi melihat formasi Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebagai calon sipir. Terdakwa lalu mengatakan bahwa mempunyai kenalan di Kemenkumham.

Dandi lalu melakukan transfer sejumlah Rp 500 juta untuk memuluskan niatnya menjadi CPNS di lingkungan Kemenkumham. Namun, sama dengan Deni, dirinya hingga kini tidak pernah diangkat menjadi CPNS seperti janji terdakwa. [uci/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar