Hukum & Kriminal

Isteri dan Ahli Waris Lahan di Kemiri Harap Eksekusi Tanah Ketiga Ini Berhasi

Sidoarjo (beritajatim.com) – Lahan seluas 10.000 m2 milik Sarman (alm), yang diatasnya berdiri Balai Desa Kemiri Kecamatan Sidoarjo  yang rencana kali ketiga Selasa (22/12/2020) besok akan dieksekusi juru sita PN Sidoarjo, menjadi tumpuan dan harapkan  Sumiati, isteri Sarman.

Sumiati yang kini sedang sakit dan anak-anak serta cucu almarhum yang kini tinggal di Jalan Hasannudin Celep Utara RT 05 RW 02 Sidoarjo.

Endah Kusrini anak kandung pasangan Sarman (alm) dengan Sumiati alias Murniati, berharap warga Desa Kemiri Kecamatan Sidoarjo melihat bisa melihat kenyataan atas haknya yang sah sebagai pemilik lahan yang dua kali eksekusinya gagal karena di tolak warga.

“Keluarga tidak mengaku-ngaku lahan tersebut. Kami memiliki bukti yang sah. Dan selama sengketa, perkara sudah dimenangkan keluarga kami. Mulai putusan sidang di PN Sidoarjo, Pengadilan Tinggi Jawa Timur, putusan Kasasi dan PK di Mahkamah Agung (MA),” kata Endah sambil menunjukkan salinan putusan Senin (21/12/2020).

Endah menjelaskan, putusan Kasasi dari MA sudah turun tahun 2001. Sedangkan putusan PK turun tahun 2008. Tanah milik orang tuanya itu berdiri diatas tanah obyek Jalan Raya Kemiri membentang ke utara (termasuk Balai Desa Kemiri red,) seluas, sisi selatan lebarnya 20 meter, panjang ke utara sepanjang 409 meter, 4 cm dan lebar tanah sisi utara 18 meter.

Tanah dengan nomor persil 251 itu, sambung Endah, membujur dari selatan ke utara. Di sisi selatan termasuk berdiri bangunan Balai Desa Kemiri. Lah untuk balai desa, nantinya akan kami hibahkan dan tambahan akses jalan 3 meter. Selebihnya tanah ingin dikuasainya untuk keluarga.

“Untuk lahan yang berdiri Balai Desa Kemiri, akan kami hibahkan. Jadi tidak benar kalau balai desa juga akan kami miliki. Balai desa akan kami berikan sebagai fungsinya. Sedangkan tanah lapangan bola voli depan balai desa dan belakang balai desa masih berupa sawah, akan kami ambil.  Saudara bersaudara ada empat orang, dan ibu saya Sumiati, isteri Bapak Sarman, juga masih hidup,” aku Endah diamini Sulaiman putra Suwarsih binti Sarman.

Seperti diketahui, eksekusi tanah milik almarhum Sarman, pernah di mohon oleh ahli warisnya untuk eksekusi, setelah ada keputusan tetap dari MA, namun dua kali gagal.

Eksekusi dilakukan pada tahun 2009 dan 2013, namun gagal karena ditentang warga. Warga Kemiri tumplek blek keluar rumah menentang dengan menduduki Balai Desa Kemiri.

Sesuai Pemberitahuan rencana eksekusi Perk.No.12/Eks/2008/PN.Sda.Jo.No.59/Pdt.G/2000/PN Sidoarjo tertulis batas lahan yang disengketakan dan akan dieksekusi adalah sebelah Utara jalan  batas desa Panji -Kemiri, Sebelah Timur .Tanah sawah Kas Desa, sebelah Selatan Jalan desa Kemiri dan sebelah Barat tanah milik dr Subarno. (isa/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar