Hukum & Kriminal

Inilah Kendala Pengungkapan Kasus Mutilasi Guru Tari Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gupuh Setiyono menjelaskan tentang penyelidikan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Budi Hartanto (28) guru tari asal Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Pihaknya meminta doa masyarakat agar kasus tersebut segera dapat terungkap.

“Kami sedang mendalami baik itu dari TKP-nya, kembali ke TKP, lalu saksi-saksi, barang bukti dan keterangans aksi lain. Mudah-mudahan kita berdoa saja, semoga bisa segera terungkap,” kata Kombes Pol Gupuh Setiyono di Kediri.

Masih kata Gupuh, jumlah saksi yang dimintai keterangan terus bertambah. Saat ini sudah ada 18 orang saksi. Mereka adalah orang yang mengetahui kehidupan korban, dan orang yang tahu keseharian korban.

Ketika ditanya apa kendala yang dialami penyelidik dalam mengungkap kasus ini, Gupuh menjawab karena saksi di TKP sangat minim. Selain itu, kendaraan korban (Honda Scoopy) dan barang yang melekat seperti telepon genggam belum berhasil ditemukan. Juga, bagian kepala korban juga masih dalam proses pencarian.

“Sama-samalah kita berupaya. Tidak ada tindak pidana yang sempurna,” ucapnya. Pihaknya memohon dukungan dari pihak keluarga dan masyarakat agar bisa segera mengungkap kasus tersebut. “Mohon beri dukungan kepada kami, Tim Penyidik dan Penyelidik,” pintanya.

Diberitakan sebelumnya, Budi Hartanto (28) guru tari asal Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri menjadi korban pembunuhan disertai mutilasi. Jenazah tenaga honorer SDN Banjarmlati 2 Kota Kediri itu ditemukan dalam keadaan tanpa busana dan tanpa bagian kepala di sebuah koper dibawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar, Selasa (2/4/2019) lalu. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar