Hukum & Kriminal

Dibubarkan Karena Balap Liar, 2 Pemuda Rusak 3 Mobil Polresta Malang Kota

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata saat menunjukan pelaku pengerusakan mobil patroli polisi.

Malang(beritajatim.com) – Dendam karena rencana balap liar mobil dibubarkan polisi. Dua pemuda di Malang menyerang petugas dengan melempar dua mobil patroli milik Polresta Malang Kota. Satu mobil lainnya rusak karena ditabrak saat mundur sebelum kabur dari sergapan polisi.

Dua pemuda itu adalah, Muhamad Fahmi (23 tahun) warga Junrejo, Kota Batu dan Dikna Yanuar (25 tahun) warga Perumahan Permata Jingga, Kota Malang. Mereka melakukan balap liar pada Sabtu, (6/3/2021) malam. Dan melakukan pengerusakan pada Minggu, (7/3/2021) dinihari di kawasan Jalan Candi Badut, Kota Malang.

“Awalnya membunyikan knalpot dengan keras mencari lawan tanding balap liar. Petugas datang membloking depan dan belakang. Pelaku berusaha melarikan diri dan akhirnya mundur ke belakang dan menabrak dan membuat rusak mobil kami,” ujar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, Senin, (8/3/2021).

Leonardus mengatakan, setelah berhasil kabur pelaku pulang ke rumah dan kembali keluar menggunakan kendaraan roda dua. Ternyata dua pelaku ini berniat balas dendam ke polisi karena rencana balap liar digagalkan. MF bagian lempar batu dan DY bagian mengemudi. Usai bertemu satu mobil patroli mereka langsung melempar hingga kaca bagian belakang pecah, kemudian satu mobil lainnya juga dilempar hingga bodi belakang ringsek.

“Karena ingin membalas polisi, karena keiinginan untuk balap liar digagalkan keluar dengan motor tanpa plat nomor. Mencari polisi dan melempar mobil patroli hingga kaca pecah, kabur cari lagi mobil patroli di sekitar situ tidak kena kaca tapi kena bodi. Setelah itu pulang ke rumah bersembunyi di sana ditangkap di sana,” papar Leonardus.

Leonardus mengatakan, pelaku ditangkap saat itu juga setelah melihat rekaman CCTV sekitar lokasi dan kesaksian sejumlah warga. Akibat perbuatannya dua tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun kurungan penjara. “Pelaku melakukan dengan sadar. Karena hasil tes narkoba negatif tidak dalam pengaruh miras dan narkoba. Mereka memang ingin melempar mobil patroli,” tandas Leonardus. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar